Penjual Hewan Kurban Harus Miliki Izin dari Kecamatan

- 7 Juli 2020, 22:02 WIB
Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar.*
Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar.* /TOMMY RIYADI/PRFM

Selebihnya, Gin Gin menyatakan sedang membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus Hewan Kurban. Tim ini bekerja sama dengan sejumlah komunitas peternak dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat.

“Satgas ini nanti akan berkeliling ke setiap lokasi yang sudah ditetapkan itu. Diutamakan untuk pemeriksaan dari mulai syarat hewan dinyatakan sehat kemudian peryaratan lainnya hingga dinyatakan layak,” ujarnya.

Tim Satgas ini akan mulai bekerja H-10 Iduladha untuk memeriksa kelayakan dan kesehatan hewan kurban. Apabila telah dinyatakan lolos pemeriksaan akan ditandai dengan kalung khusus bahwa hewan tersebut sehat dan layak jual.

Baca Juga: 2 Sumur Bersejarah Kota Bandung Akan Disulap Jadi Objek Wisata

Gin Gin menyatakan, tim satgas akan bekerja sampai H+3 Iduladha guna memantau proses pemotongan dan pendistribusian hewan kurban. Sehingga, disamping memastikan kesehatan saat hidup juga harus terpantau jangan sampai terkontaminasi ketika pengolahan.

“Bagi hewan yang dinyatakan sakit akan kita pisahkan dari kandang atau tempat jualan, kita akan lokalisasi. Sebelumnya kita akan coba lakukan pengobatan kalau memang cuma sakit kecil atau penyakit umum,” imbuhnya.

Tahun ini, Dispangtan menyiapkan 30.000 kalung penanda sehat hewan kurban. Jumlah ini sudah dilebihi sebagai antisipasi adanya penambahan pedagang baru atau lebih banyak hewan yang dijual di lapangan.

“Tahun 2019 itu kita lakukan yang terperiksa 26.639 ekor, sebanyak 5.168 ekor sapi dan 21.471 ekor kambing dengan jumlah pedagang 528. Itu yang termonitor, tapi di Kota Bandung juga cukup banyak beberapa peternak hewan dan terkadang juga suka berjualan saat menjelang kurban,” ungkapnya.

Baca Juga: Meski Belum Buka, Tempat Hiburan di Kota Bandung Dinilai Sudah Mengikuti Protokol Kesehatan

Lebih lanjut Gin Gin menyerukan kepada panitia kurban agar menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat. Walaupun sebenarnya anjuran dari pemerintah pusat kurban agar dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH).

Halaman:

Editor: Rifki Abdul Fahmi

Sumber: Humas Kota Bandung


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x