Libur Panjang Akhir Tahun Sebentar Lagi, PHRI Sebut Okupansi Hotel Masih Abu-Abu

22 November 2020, 11:31 WIB
Hotel Santika Garut.* /ASEP ANSHORI/PRFM

PRFMNEWS – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat mengaku masih belum mengetahui apakah pada akhir tahun ini okupansi hotel sama seperti biasanya sebelum Covid-19.

Terlebih, Kota Bandung yang menjadi banyak pilihan bagi wisatawan nusantara dan mancanegara masuk pada zona oranye penyebaran Covid-19 dan mendekati zona merah.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Minggu 22 November 2020.

Baca Juga: Ada-Ada Saja, Pria Ini Ganti Plat Nomor Jadi Bertuliskan ‘Mantan Raisa’

“Saya belum tahu, apakah tahun ini bakal lebih baik dari kemarin. Karena ada dampak Covid-19 ini. Kita belum tahu nih, di Bandung saja sudah oranye mendekati merah. Kalau semua sudah tidak ada, saya kira bagus, karena orang sudah pingin keluar,” kata dia.

Menurut Herman, pada tahun-tahun sebelumnya, okupansi hotel cenderung tinggi pada akhir tahun karena adanya program pemerintah yang menggunakan hotel sebagai tempat berkumpulnya.

Karenanya jika memang di akhir tahun nanti okupansi hotel di Jawa Barat cukup tinggi, ia yakin bahwa pengusaha hotel telah mempersiapkannya sebaik mungkin.

Baca Juga: UMK 10 Daerah di Jabar Tidak Naik, Buruh Berencana Minta Klarifikasi ke Dewan Pengupahan

“Saya yakin pengusaha hotel dan restoran telah mempersiapkan diri untuk masuk pada kebiasaanya pada bulan Desember itu okupansi hotel ada peningkatan. Pertama, karena program pemerintah yang biasanya pertengahan November Desember itu menggelar kegiatan, istilahnya menghabiskan program,” ungkapnya.

Di samping itu, terkait dengan penerapan protokol kesehatan, ia mengaku selalu berkoordinasi dengan pengusaha pariwisata khususnya hotel untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga: BMKG Bandung Minta Waspadai Cuaca Siang dan Sore Hari Nanti

Bahkan ia pun meminta jika ada tamu hotel yang tidak patuh akan protokol kesehatan untuk dilarang masuk agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

“Saya seminggu sekali itu selalu mengingatkan kawan-kawan untuk betul-betul disiplin dengan protokol kesehatan. Jangan kita main-main dengan itu, kalau tamu kita tidak disiplin ya sudah tidak usah terima tamu. Alhamdulillah sampai dengan saat ini tidak ada klaster hotel dan restoran di Jawa Barat,” tukasnya.***

Editor: Haidar Rais

Tags

Terkini

Terpopuler