Ini Alasan PT KAI Eksekusi Rumah Warga yang Berada di Jalan Jawa Kota Bandung

8 Desember 2021, 07:25 WIB
Eksekusi pengosongan terhadap bangunan dan rumah warga di Jalan Jawa Nomor 30, 32, 38, 40, 42, 44, 46, 48, 50, 52 dan 54 Kota Bandung atas putusan PN Bandung, Selasa 7 Desember 2021 /Dok PRFMNEWS.

PRFMNEWS - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengeksekusi rumah warga yang berada di Jalan Jawa, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa 7 Desember 2021. Eksekusi lahan itu dilakukan PT KAI sejak pagi hari menjelang siang.

Total ada 12 rumah di Jalan Jawa Kota Bandung yang dikosongan oleh petugas dari PT KAI.

Melalui keterangan resminya kepada Redaksi Radio PRFM, PT KAI berasalan eksekusi terhadap 11 rumah warga di Jalan Jawa Kota Bandung itu sah berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Kota Bandung Nomor : 348/PDT.G/2015/PN.BDG ; jo Nomor : 127/PDT/2017/PT.BDG ; jo Nomor : 751 PK/PDT/2018 dan Nomor : 42/PDT/EKS/2020/PUT/PN.BDG Pengadilan Negeri Kota Bandung melakukan eksekusi pengosongan dan penyerahan atas tanah-tanah dan bangunan-bangunan milik PT KAI di Jalan Jawa No. 30, 32, 38, 40, 42, 44, 46, 48, 50, 52 dan 54 Kota Bandung.

Baca Juga: Sempat Cerai, Pria Ini Nikahi Lagi Mantan Istrinya yang Sakit Parah dan Siap Jual Rumah untuk Bayar Biaya RS

 

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardoyo menjelaskan, eksekusi rumah warga di Jalan Jawa Kota Bandung selaras dengan fokus kegiatan PT KAI saat ini yakni melakukan penjagaan aset perusahaan dengan tujuan untuk menjaga dan mengamankan aset negara dari pihak lain yang tidak memiliki hak atas aset negara tersebut.

"PT KAI telah melakukan upaya persuasif kepada pemakai aset berupa rumah perusahaan tersebut yang tanpa terikat perjanjian apapun dengan PT KAI, untuk menyerahkannya kembali kepada PT KAI. Namun justru para penghuni rumah perusahaan tersebut melakukan gugatan kepada PT KAI atas aset yang akan dieksekusi pihak Pengadilan Negeri tersebut," ujarnya.

Dinyatakan Kuswardoyo, para penghuni rumah (yang dieksekusi PT KAI) di Jalan Jawa Kota Bandung tidak mengindahkan surat peringatan dari PT KAI.

"Justru para penghuni secara bersama-sama mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum kepada PT KAI melalui Pengadilan Negeri Bandung pada Agustur 2015 yang lalu," ungkapnya.

Baca Juga: Lowongan Kerja Terbaru di Politeknik Manufaktur Bandung Desember 2021

Para penghuni rumah di Jalan Jawa Kota Bandung mengajukan upaya hukum banding dan tanggal 23 Maret 2017 terbit Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor: 127/PDT/2017/PT.BDG dengan amar putusan menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Bandung tanggal 21 Juli 2016 Nomor: 348/Pdt.G/2015/PN.Bdg.

Hingga pada Tanggal 19 April 2021, Terbit Penetapan Eksekusi Riil/Pengosongan Nomor: 42/PDT/EKS/2020/PUT/PN.Bdg jo. Nomor:348/Pdt.G/2015/PN.Bdg jo. Nomor: 127/PDT/2017/PT.BDG jo. Nomor: 751 PK/Pdt/2018 terhadap 11 Rumah dinas setelah sebelumnya para penghuni rumah mengajukan upaya hukum peninjauan kembali atas putusan Nomor: 348/Pdt.G/2015/PN.Bdg jo. Nomor: 127/PDT/2017/PT.BDG ke Mahkamah Agung.

"Lalu terbitlah amar putusan Menolak permohonan peninjauan kembali dari Para Pemohon Peninjauan Kembali. Kemudian PT KAI mengajukan permohonan aanmaning atas Putusan Yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap, terbit Penetapan Aanmaning (teguran) hingga terbit Penetapan Sita Eksekusi dari Ketua PN Bandung No.42/PDT.EKS/PUT/2020/PN.Bdg," kata Kuswardoyo.

"Sebagai wujud keseriusan KAI dalam menjaga aset negara, KAI akan terus melakukan upaya penataan aset yang dikelolanya dan sekaligus melakukan optimalisasi aset tersebut," tambahnya.***

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Terkini

Terpopuler