Presiden Jokowi Harap Program Bioetanol Meningkatkan Produksi dan Kualitas Tebu Lokal

- 5 November 2022, 16:25 WIB
Presiden Joko Widodo Jokowi meluncurkan program Bioetanol Tebu untuk Ketahanan Energi.
Presiden Joko Widodo Jokowi meluncurkan program Bioetanol Tebu untuk Ketahanan Energi. /

PRFMNEWS - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan program Bioetanol Tebu untuk Ketahanan Energi.

Presiden meresmikan program tersebut di pabrik bioetanol PT Energi Agro Nusantara (Enero), Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 4 November 2022.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Jokowi berharap program itu dapat meningkatkan kualitas hasil produksi tebu di Tanah Air.

Baca Juga: Nelayan dan Nahkoda Belum Terima Bansos dari Pemprov Jabar? Ini Nomor Pengaduannya

"Kita telah memulai menanam tebu yang ditanam secara modern dan kita harapkan nanti produktivitas dari tanaman itu menjadi lebih baik dan lebih meningkat,” ujar Presiden Jokowi dikutip prfmnews.id dari keterangan resmi Sekrtariat Presiden pada Sabtu, 5 November 2022.

Program Bioetanol Tebu untuk Ketahanan Energi ini diproyeksikan dapat menjadi solusi peningkatan jumlah produksi bioetanol nasional dari 40 ribu kiloliter di tahun 2022 menjadi 1,2 juta kiloliter di tahun 2030 dan menjadi potensi campuran BBM jenis minyak bensin.

Hal ini berdasarkan pada studi yang dilakukan di Brazil, energi yang dihasilkan dari 1 ton tebu setara dengan 1,2 barel crude oil.

Baca Juga: Pengumumuman! Band Burgerkill Batal Tampil di Acara Kickfest Kota Bandung

"Kalau tebu ini berhasil, kemudian B30 sawit itu bisa ditingkatkan lagi, ini akan memperkuat ketahanan energi negara kita, Indonesia," ucap Jokowi.

Dirinya menuturkan, bahwa Indonesia pernah menjadi eksportir gula pada tahun 1800-an. Namun kini, Indonesia harus mengimpor gula dengan jumlah yang sangat besar untuk kebutuhan konsumsi maupun industri dalam negeri.

Maka, Presiden menginstruksikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk meningkatkan kualitas bibit tebu dengan varietas yang terbaik di dunia.

Presiden pun berharap Indonesia dapat mencapai target mandiri dalam ketahanan pangan, termasuk tidak lagi mengimpor gula dari negara lain.

Baca Juga: LINK LIVE STREAMING Preman Pensiun 7 Hari Ini, Gobang Dapat Beking Kuat Buat Salah Olahraga

"Tapi memang butuh waktu mungkin dalam jangka lima tahun ke depan. Target kita seperti itu,” ucap Presiden.

Kemudian agar program terlaksana, ia meminta para petani dan pabrik gula di tanah air bekerja sama dengan baik. Selain itu, mesin-mesin yang ada di pabrik gula juga harus diperbarui dengan yang lebih modern dan menggunakan teknologi terkini.***

Editor: Indra Kurniawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah