Efikasi Vaksin Buatan Sinovac 65 Persen, Pakar Bilang Begini

- 13 Januari 2021, 19:00 WIB
Total 15 juta dosis bahan baku vaksin virus corona tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa 12 Januari 2021. /Dok Setkab.

PRFMNEWS – Pakar kesehatan, dr. Muhammad Fajri Adda’i menyatakan adanya vaksin bukan berarti orang yang divaksin itu sepenuhnya aman dari penularan. Menurutnya, salah satu tujuan vaksinasi yakni membuat risiko penyakit yang diidap tak masuk dalam kategori berat.

“Vaksin ini bermakna mengurangi risiko menjadi tidak berat (penyakitnya-red). Jadi, kalau sudah disuntik vaksin itu sudah 100 persen aman? tidak juga. Dia mengurangi risiko untuk jatuh dalam kondisi berat seseorang jika terinfeksi,” jelasnya saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Rabu 13 Januari 2021.

Diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin virus corona (Covid-19).

Baca Juga: Korban Akibat Longsor di Cimanggung Ditemukan: Total 21 Orang Meninggal

Hasil analisis terhadap efikasi vaksin CoronaVac dari uji klinik di Bandung menunjukkan efikasi vaksin sebesar 65,3%, dan berdasarkan laporan dari efikasi vaksin di Turki adalah sebesar 91,25%, serta di Brazil sebesar 78%. Hasil tersebut telah memenuhi persyaratan WHO dengan minimal efikasi vaksin adalah 50%.

Menanggapi hal itu, Fajri menjelaskan, 65 persen itu berarti kemungkinan besar penerima vaksin Sinovac itu tak tertular vaksin atau terpapar namun tidak bergejala.

“Misalkan 10 ribu orang sakit, nah makna 65 persen adalah 6.500 di antaranya kalau dia tertular Covid-19 pun menjadi tidak bergejala atau bahkan tidak tertular. Jadi masih ada peluang juga 35 persen tetap bergejala,” ujarnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Minta Pemerintah Pusat Berikan Manajemen Vaksin Seluruhnya ke Daerah

Ia menamabahkan penerima vaksin memiliki risiko 1/3 kali lebih rendah terpapar Covid-19 dibanding orang yang tak divaksin.

Halaman:

Editor: Haidar Rais


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X