YLKI Minta Pembentukan Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan : Bukan dari PSSI !

2 Oktober 2022, 12:45 WIB
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.* /Kabar-Priangan.com/Dok. YLKI


PRFMNEWS – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia meminta untuk pembentukan tim investigasi independen pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, 1 Oktober 2022.

YLKI mendesak untuk membentuk tim investigasi independes usai kejadian tewasnya suporter Arema FC, dan bukan dari PSSI.

"Mendesak untuk dibentuk tim investigasi independen, bukan tim yang dibentuk oleh PSSI. Sebab dalam kasus ini, PSSI adalah pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban," kata Tulus Abadi, Anggota YLKI yang dikutip dari Antara hari ini, Minggu, 2 Oktober 2022.

Baca Juga: Menpora Berduka atas Tragedi Kanjuruhan, Juga Sayangkan Suporter Tidak Terima Kekalahan

Selain itu, YLKI juga mendesak manajemen penyelenggara, termasuk pihak Arema FC untuk bertanggung jawab, baik secara perdata maupun pidana.

Tulus juga menyampaikan duka cita terhadap korban dari tragedi Kanjuruhan.

"Kami mengucapkan duka yang mendalam terhadap korban dan keluarga korban, sebagai konsumen pertandingan bola," ujar Tulus.

Baca Juga: Arema FC Terancam Tidak Diizinkan Jadi Tuan Rumah Hingga Akhir Liga 1 2022

Menurut Tulus, tragedi ini harus segera diutus dengan tuntas karena menyebabkan 127 orang tewas. Hal ini bisa membuat sepak bola Indonesia terpuruk dan bisa diberi sanksi.

"Tragedi ini hanya akan membuat wajah dan dunia sepak bola Indonesia makin terpuruk dan berpotensi dikenai sanksi keras oleh FIFA," tandas Tulus.

Baca Juga: Polisi Ungkap Alasan Tembak Gas Air Mata saat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

Kerusuhan Kanjuruhan terjadi bermula dari kekalahan Arema FC atas Persebaya dengan skor 2-3. Kerusuhan semakin terjadi saat pelemparan flare dan benda-benda lainnya, seperti gas air mata.

Hingga Minggu pagi, terdapat 127 orang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan, Malang ini.***

Editor: Rizky Perdana

Tags

Terkini

Terpopuler