FAGI Jabar Sebut Ada 4 Celah Titip Siswa dalam PPDB Jabar 2020

- 18 Juni 2020, 08:44 WIB
Ilustrasi PPDB.** Dok. PRFM

PRFMNEWS - Saat ini tengah berlangsung penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat Jawa Barat untuk tingkat SMA/SMK. Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Iwan Hermawan mengatakan, dalam pelaksanaan PPDB 2020 ini masih ada celah proses penitipan siswa.

"Di PPDB online saya lihat banyak peluang untuk menitipkan (siswa) tinggal bagaimana dinas pendidikan sebagai lembaga yang mengawasi bisa mengantisipasi hal ini," kata Iwan saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Rabu (17/6/2020) malam kemarin.

Dikatakan Iwan, celah pertama terjadi karena masih ada sekolah yang tidak memaksimalkan kuota penerimaan siswa. Dicontohkannya, dalam PPDB online setiap kelas memiliki kuota 34 orang per kelas. Namun setelah masuk, ditemukan jumlah siswa yang melebihi kuota.

Baca Juga: Telur Rusak dalam Paket Bansos Jabar di Tasikmalaya Sudah Diganti

"Sebagian sekolah tidak memaksimalkan kuota. Misalkan perkelasnya ada kuota yang tersedia 36 siswa perkelas. Tapi saya lihat ada yang 32, 34, 35, nah biasa seperti tahun lalu seperti itu, tapi pas masuk sekolah itu jadi penuh jadi 36 atau bahkan nambah satu kelas lagi," jelasnya.

Dengan adanya temuan ini, dia sebut ini bisa jadi adanya siswa titipan yang dimasukan sehingga jumlah siswa melebihi kuota yang disediakan di masa PPDB.

Baca Juga: Di Jabar Ada 8 Daerah Gelar Pilkada Serentak, Semuanya Digelar dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Kedua, sambungnya, adanya peluang melalui kelebihan kuota kosong yang disebabkan kurang pendaftar pada jalur keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) di sekolah favorit, jalur anak berkebutuhan khusus (ABK), jalur perpindahan orang tua, dan juga kuota putera puteri tenaga kesehatan.

"Tidak mungkin semua sekolah itu penbuh sehingga di situ terjadi kekosongan, dan ini menjadi peluang kedua untuk menitip karena adanya kekosongan ini," sebutnya.

Halaman:

Editor: Rifki


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X