Hasil Investigasi KNKT Ungkap 5 Fakta Mengejutkan Kecelakaan Maut KM 58 Tol Japek Masa Arus Mudik Lebaran

- 14 April 2024, 16:00 WIB
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara pascakecelakaan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek KM 58, Karawang, Jawa Barat, Senin 8 Apil 2024
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara pascakecelakaan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek KM 58, Karawang, Jawa Barat, Senin 8 Apil 2024 /ANTARA

PRFMNEWS – Hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap fakta terkait kecelakaan mobil travel Gran Max di jalur contraflow KM 58 Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Akibat tabrakan yang terjadi pada masa arus mudik Lebaran 2024 ini sebanyak 12 penumpang menjadi korban meninggal dunia.

Fakta pertama yang diungkap KNKT adalah terkait penyebab kecelakaan mobil travel GrandMax di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, yang menewaskan 12 penumpang pada Senin, 8 April 2024 ini adalah karena pengemudi atau sopir kendaraan tersebut bekerja melebihi batas waktu.

Fakta kedua, mobil travel GranMax yang terlibat kecelakaan dengan bus Primajasa dan Daihatsu Terios di KM 58 Tol Japek hingga terbakar pada masa arus mudik Lebaran 2024 itu merupakan angkutan travel gelap alias tidak resmi atau tidak mengantongi izin operasi yang legal.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata Salju di Kota Bandung, Rekomended untuk Mengisi Libur Lebaran Bersama Keluarga

"Salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 12 penumpang adalah pengemudi kendaraan travel tidak resmi, bekerja melebihi waktu," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan resminya, Kamis 11 April 2024.

Selanjutnya fakta ketiga, Soerjanto mengatakan waktu kerja melebihi waktu yang telah ditentukan ini membuat sopir travel gelap yang mengalami insiden tabrakan maut dengan bus Primajasa dan Daihatsu Terios itu kekurangan waktu istirahat.

"Jika kita mengemudi dalam keadaan kurang istirahat yang baik maka pengemudi akan berkurang kemampuannya untuk berkonsentrasi dalam mengemudikan kendaraan. Dalam situasi seperti ini pengemudi akan sangat mudah mengalami microsleep," jelasnya.

Baca Juga: Anti Dompet Jebol, Ini 7 Tempat Wisata Murah Meriah di Bandung, Ada Fasilitas Alat Gym hingga Skuter Listrik

Dari hasil investigasi KNKT terungkap pula fakta keempat berkaitan waktu bekerja sopir travel tidak resmi tersebut, bahwa pada Jumat 5 April 2024, sopir travel itu berangkat sekitar pukul 19.30 WIB dari Ciamis menuju Jakarta untuk menjemput penumpang.

"Selanjutnya, Sabtu 6 April 2024, sopir travel berangkat dari Jakarta pada siang hari untuk mengantar penumpang ke Ciamis sekaligus menjemput," ungkap Soerjanto.

Kemudian pada Minggu 7 April 2024, travel tersebut berangkat pada pagi hari dari Ciamis menuju Jakarta kembali. Sopir diketahui sempat beristirahat dulu dan pada sore harinya berangkat kembali ke Ciamis untuk mengantar penumpang.

Baca Juga: Murmer, Ini 7 Tempat Berburu Aneka Barang Jadul-Terhits di Bandung, Nomor 5 Pernah Jadi Lokasi Belanja Jokowi

"Setelah itu pada malam hari menuju Jakarta untuk menjemput dan tiba di Jakarta pukul 00.00 WIB," ucap Soerjanto.

Berikutnya pada Senin 8 April 2024, sopir travel itu berturut-turut menjemput penumpang di Depok pukul 02.00 WIB, Cilebut pukul 03.30 WIB, dan Bekasi pukul 05.30 WIB. Kemudian pada pukul 06.00 WIB berangkat menuju Ciamis.

Fakta kelima dari insiden kecelakaan ini adalah kendaraan ini berpenumpang 12 orang, di mana seharusnya mobil Gran Max tersebut berkapasitas hanya untuk 9 penumpang.

“Dan belum lagi ditambah dengan barang bawaannya. Hal ini tentunya juga menambah ketidakstabilan kendaraan. Adapun untuk fatalitas korban disebabkan para penumpang yang berada di mobil tidak menggunakan sabuk keselamatan," papar Soejanto.

Mengambil pelajaran dari kecelakaan tersebut, imbuhnya, KNKT mengimbau sebelum berkendara jarak jauh, yakinkan diri (pengemudi, pemilik kendaraan, dan calon penumpang) telah beristirahat dengan baik dan cukup, serta jujurlah pada diri sendiri jika telah lelah maka beristirahatlah sebelum melanjutkan perjalanan.***

Editor: Indra Kurniawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah