Badai Geomagnetik Ekstrem Terjadi, Bisa Picu Gangguan Sinyal dan Padamkan Listrik di Dunia

- 15 Mei 2024, 10:00 WIB
Fenomena Aurora Borealis dan Aurora Australis: Keajaiban Cahaya di Langit Malam.
Fenomena Aurora Borealis dan Aurora Australis: Keajaiban Cahaya di Langit Malam. /pexel @steinegilliland/

PRFMNEWS - Cahaya Utara atau Aurora Borealis adalah sebuah fenomena visual yang biasanya hanya bisa disaksikan di wilayah sekitar Kutub Utara.

Namun, akibat badai geomagnetik yang menghantam Bumi, fenomena itu dapat terlihat di garis lintang yang lebih rendah dalam beberapa hari ke depan.

Para ilmuwan dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), mendeteksi kehadiran fenomena badai geomagnetik yang berdampak pada gangguan penjalaran sinyal satelit, GPS dan komunikasi di seluruh dunia.

Badan itu mendeteksi kemunculan badai geomagnetik dengan kekuatan "ekstrem", atau skala tertinggi G5, pada Jumat dan diperkirakan akan berlangsung sepanjang akhir pekan.

Para pejabat NOAA mengatakan mereka belum pernah mengeluarkan peringatan sebesar ini selama lebih dari dua dekade. Badai G5 terakhir terjadi pada Oktober 2003.

Baca Juga: Bantah Isu Viral, Polisi Ungkap Alasan Belum Mampu Tangkap 3 DPO Pelaku Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Bosscha Observatory juga merespon peringatan badai geomagnetik yang baru-baru ini dikeluarkan dan akan mengeluarkan lontaran-lontaran massa korona yang massif dari Matahari yang mengarah ke Bumi dan dikategorikan ke dalam kelas G4-G5 (Severe-Extreme).

Badai magnetik ini dipicu oleh aktivitas bintik hitam Matahari Region 3664 yang pada saat ini ukurannya berkembang mencapai 17 kali diameter Bumi.

Apa sebenarnya Badai Geomagnetik?

Badai geomagnetik dipicu oleh letupan massa korona (CME) Matahari, yaitu lontaran besar partikel bermuatan listrik dan plasma ke luar angkasa.

Halaman:

Editor: Rifki Abdul Fahmi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah