KRIS Seragamkan Fasilitas Rawat Inap Pasien BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, 3, Berapa Iuran Peserta Terbaru?

- 15 Mei 2024, 06:20 WIB
Ilustrasi. Ketahui berapa biaya iuran BPJS Kesehatan 2024 terbaru setelah kelas 1-3 dihapus menjadi KRIS, hasil dari Perpres Nomor 59 Tahun 2024.
Ilustrasi. Ketahui berapa biaya iuran BPJS Kesehatan 2024 terbaru setelah kelas 1-3 dihapus menjadi KRIS, hasil dari Perpres Nomor 59 Tahun 2024. /ANTARA/Aditya Pradana Putra

PRFMNEWS – BPJS Kesehatan memastikan hingga saat ini tidak ada penghapusan jenjang Kelas 1, 2, dan 3 bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) seiring terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan yang menyeragamkan standar fasilitas ruang rawat inap berdasarkan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Besaran biaya iuran terbaru untuk peserta JKN BPJS Kesehatan yang berlaku saat ini setelah Perpres Nomor 59 Tahun 2024 yang mengatur KRIS itu terbit, juga masih sama atau tidak mengalami perubahan. Maka dari itu, hingga kini belum ada keputusan kenaikan tarif iuran peserta JKN Kelas 1, 2, dan 3 dari Pemerintah.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menerangkan bahwa aturan-aturan dalam Perpres yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 8 Mei 2024 itu tidak mencantumkan narasi penghapusan jenjang Kelas 1, 2, dan 3 bagi peserta JKN seiring diterapkannya sistem KRIS yang menyeragamkan standar kriteria fasilitas ruang rawat inap.

"Menurut Perpres tersebut, mekanisme pelaksanaan KRIS akan diatur lebih lanjut melalui peraturan menteri, dalam hal ini Menteri Kesehatan," kata dia di Jakarta, Selasa 14 Mei 2024.

Baca Juga: Ada Penerapan KRIS BPJS Kesehatan, Iuran Berubah?

"Sampai dengan saat ini, belum ada regulasi turunan Perpres Nomor 59 Tahun 2024 tersebut. Kebijakan KRIS ini masih akan dievaluasi penerapannya oleh Menteri Kesehatan dengan melibatkan BPJS Kesehatan, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), dan pihak-pihak terkait lainnya,” imbuhnya.

Terkait nominal iuran terbaru yang berlaku bagi peserta JKN Kelas 1, 2, dan 3 setelah Perpres Nomor 59 Tahun 2024 itu resmi terbit dan diundangkan, lanjut Rizzky, juga tetap sama, yakni masih mengacu pada Perpres 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018.

Untuk peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri Kelas 1 memiliki iuran Rp150.000, Kelas 2 Rp100.000, dan Kelas 3 Rp42.000 per orang per bulan dengan subsidi sebesar Rp7.000 per orang per bulan dari Pemerintah, sehingga peserta Kelas 3 hanya membayar Rp35.000.

Namun dia tidak menampik jika nominal iuran peserta JKN berpeluang berubah seiring hasil evaluasi penerapan sistem KRIS pada pelayanan ruang rawat inap pasien BPJS Kesehatan. Nantinya, jika berubah, maka nominal iuran akan diatur melalui aturan turunan Perpres Jokowi tersebut yaitu Peraturan Menteri Kesehatan.

Halaman:

Editor: Rifki Abdul Fahmi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah