Keracunan Massal di Cianjur Akibatkan 1 Korban Meninggal Dunia Usai Santap Hidangan Hajatan

- 22 April 2024, 11:30 WIB
Tenaga kesehatan Puskesmas Cijati, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendatangi rumah warga yang mengalami keracunan massal, Minggu 21 April 2024.
Tenaga kesehatan Puskesmas Cijati, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendatangi rumah warga yang mengalami keracunan massal, Minggu 21 April 2024. /ANTARA/Ahmad Fikri/

PRFMNEWS – Sebanyak 51 orang warga Kampung Cukanggaleuh, Desa Cibodas, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur, menjadi korban keracunan massal. Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menyebut satu orang meninggal dunia akibat kasus keracunan massal ini.

Diantara korban keracunan massal di Cianjur itu, satu di antaranya meninggal dunia mengalami usai menyantap hidangan pada cara pernikahan seorang warga pada Kamis, 19 April 2024. Penyebab satu korban meninggal karena diduga terlambat mendapat penanganan tenaga medis.

"Kami mendapat laporan terkait keracunan massal sudah terjadi sejak Sabtu 20 April 2024 setelah warga menyantap hidangan di acara pernikahan, namun pada Minggu 21 April 2024 pagi, jumlahnya terus bertambah," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur, dokter Frida Laila Yahya, Minggu 21 April 2024.

"Untuk warga yang meninggal karena belum sempat dibawa ke tenaga kesehatan atau ke puskesmas, sehingga pihak keluarga tidak menduga kalau korban meninggal karena keracunan," imbuhnya.

Baca Juga: Berantas TPPO, Sosialisasi Perbup Larangan Kawin Kontrak Terus Digencarkan Pemkab Cianjur

Gejala yang dikeluhkan korban keracunan massal ini, ujarnya, sebagian besar pusing, mual dan muntah-muntah selang beberapa jam usai menyantap hidangan prasmanan di pesta pernikahan yang mereka hadiri. Beberapa orang di antaranya sempat berobat ke bidan setempat usai merasakan keluhan tersebut.

Frida menjelaskan ada 35 orang yang mengalami keracunan ringan menjalani perawatan di rumah mereka masing-masing di bawah pengawasan tenaga kesehatan dari puskesmas. Sedangkan 16 orang lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Cijati.

"Minggu pagi jumlah warga yang mengalami keracunan terus bertambah, sehingga kami mengirim petugas ke lokasi untuk mengambil sampel makanan atau muntah warga guna memastikan penyebab keracunan massal itu," katanya.

Baca Juga: UNRWA Sebut Setiap 10 Menit Satu Anak di Jalur Gaza Meninggal Dunia

Halaman:

Editor: Rifki Abdul Fahmi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah