Optimis Sanksi WADA untuk Indonesia Cepat Berakhir, Raja Sapta: Bisa Dicabut Maret 2022

24 Desember 2021, 13:15 WIB
Ketua Tim Akselerasi dan Investigasi Raja Sapta Oktohari untuk akhiri hukuman dari WADA /Instagram/@noc.indonesia

PRFMNEWS – KOI atau Komite Olimpiade Indonesia optimis sanksi WADA cepat berakhir dan bisa dicabut pada Maret 2022.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari optimis sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) bisa berakhir pada Maret 2022.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum KOI, Raja Sapta setelah bertemu dengan Direktur Umum Regional Anti-Doping ASEAN, Gobinathan Nair di Singapura hari Rabu, 22 Desember 2021.

Baca Juga: Harga Telur Bikin Ibu-ibu Menjerit Kini Satu Kilo Telur Sudah Sentuh Harga Rp34.000

Baca Juga: Serikat Pekerja Pertamina Ancam Lakukan Aksi Mogok Kerja

Raja Sapta mengatakan bahwa respons dari Gobi sangat positif terhadap progress yang telah diselesaikan LADI. Namun bagitu, masih ada pekerjaan rumah tangga yang harus dituntaskan untuk status compliance (patuh) dari WADA.

“Tentu masih ada pekerjaan rumah yang harus dikerjakan LADI. Tapi, dengan progres saat ini kami sangat optimis triwulan awal sanksi WADA untuk LADI bisa ditangguhkan. Kami tengah berusaha memperjuangkannya, apalagi agenda olahraga 2022 sangat padat,” kata Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum KOI pada pers yang dikutip dari ANTARA Jumat, 24 Desember 2021.

Indonesia akan menghadapi banyak agenda olahraga di tahun 2022 yaitu Sea Games (12-23 Mei), Islamic Solidarity Games (9-18 Agustus), Asian Games, (10-25 September), dan Asian Youth Games (20-28 Desember).

Baca Juga: Jelang Leg 2 Semifinal Piala AFF 2020, Indonesia Dapatkan Tambahan Tenaga Baru

Baca Juga: Kata Robert Soal Duet Penyerangan Baru Persib David da Silva dan Bruno Cantanhede

Selain itu, terdapat kejuaraan event single yang akan diikuti yaitu FIBA Asia Cup 2022 (12-24 Juli), Turnamen Bulu Tangkis Indonesia Masters dan Indonesia Open (7 -19 Juni), IFSC Climbing World Cup (24-26 September), dan IESF 14th Esport World Championship (20-27 November), dan turnamen bulu tangkis lainnya

Sanksi LADI juga harus ditangguhkan apabila Indonesia ingin menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022 menggantikan Vietnam yang hanya menggelar SEA Games pada Mei tahun depan.

Baca Juga: Tim dari PSSI Terbang ke Riau untuk Cari Penjelasan Meninggalnya Kiper Tornado FC Taufik Ramsyah

"Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun juga sudah menelpon saya. Beliau meminta langsung agar sanksi LADI bisa segera ditangguhkan, sehingga Indonesia bisa menyelenggarakan Asean Para Games, Vietnam juga mundur sehingga kasihan atlet-atlet disabilitas kita jika tidak ada event dua penyelenggaraan beruntun.” tandas Raja Sapta.***

Editor: Rifki Abdul Fahmi

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler