Ivan Gunawan Penuhi Panggilan Bareskrim Polri Terkait Investasi Bodong DNA Pro

15 April 2022, 08:59 WIB
Ivan Gunawan datangi Bareskrim, penuhi panggilan penyidik Polri /PMJ News

PRFMNEWS - Ivan Gunawan telah memenuhi panggilan dari penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

Panggilan terhadap Ivan Gunawan tersebut untuk dimintai keterangan atas kasus investasi bodong robot trading DNA Pro.

Ivan Gunawan datang pada Kamis kemarin pukul 14.34 WIB yang didampinigi kuasa hukumnya, Sandy Arifin beserta asistennya.

Baca Juga: Tata Cara dan Jadwal Penukaran Uang baru Melalui Bank Keliling di Bandung

Saat ditanya perilhal agenda pemeriksaan, Ivan tidak terlalu banyak memberikan keterangan. Ia hanya mengaku siap menjalani pemeriksaan.

“Siap dong," ujar Ivan kepada awak media seperti dikutip dari pmjnews.

Di Bareskrim Polri, terlihat asisten Ivan membawa sebuah koper saat sedang memasuki Gedung Awaloedin Djamin.

Baca Juga: Persiapan Mudik Lebaran, Arief Muhammad Beli Mobil Jepang Karena Alasan ini

Ketika ditanyakan perihal koper tersebut Ivan, kuasa hukum, dan asistennya hanya terdiam dan tidak mau menjawab.

"Saya lewat dulu ya, nanti saya ceritain," jelas Ivan.

Perlu diketahui, Bareskrim Polri sedang mendalami kasus investasi bodong robot trading DNA Pro.

Sejumlah Publik Figure selain Ivan Gunawan yang mempromosikan investasi bodong robot trading DNA Pro diantaranya adalah Ahmad Dhani, Ivan Gunawan, Billy Syahputra, DJ Putri Anna, Rizky Billar hingga Lesty Kejora.

Baca Juga: Jelang Mudik, Dishub Lakukan Inspeksi Layak Jalan dan Layak Operasi di Terminal Cicaheum

Kasus investasi bodong robot trading DNA Pro ini, pihak Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri telah menetapkan 12 tersangka.

"Update penetapan tersangka baru kasus binary option platform DNA Pro, jumlahnya 12 orang," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan

Inisial tersangka diantaranya adalah , AB (DPO), ZII (DPO), JG (DPO), ST (DPO), FR, FE (DPO), AS (DPO), DV (DPO), RK, RS, RU, dan YS.

Baca Juga: Kemenag Umumkan Biaya Ibadah Haji Tahun Ini, Berikut Rinciannya

Para tersangka terjerat pada pasal 106 Jo. Pasal 24 dan atau Pasal 105 Jo. Pasal 9 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan/atau Pasal 3, Pasal 5 Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pemberantasan dan pencegahan tindak pidana pencucian uang.***

Editor: Rifki Abdul Fahmi

Sumber: PMJ News

Tags

Terkini

Terpopuler