Harga Beras di Bandung Melambung, Ini Cara Pemkot Agar Harga Kembali Turun Sebelum Ramadhan

- 13 Februari 2024, 12:30 WIB
Beras SPHP yang kerap dijual dalam operasi pasar murah beras medium untuk menstabilkan harga beras.
Beras SPHP yang kerap dijual dalam operasi pasar murah beras medium untuk menstabilkan harga beras. /Diskominfo Kota Bandung/

BANDUNG, PRFMNEWS – Harga beras di pasaran mengalami kenaikan jelang bulan puasa Ramadhan 1445 H/2024 M. Kondisi harga beras naik ini juga terjadi di Kota Bandung.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah berupaya agar harga beras kembali turun di pasaran sebelum bulan Ramadhan 2024 tiba.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menjelaskan, harga beras targetnya bisa turun sekira Rp2.000 dari harga jual saat ini sebelum Ramadhan 2024.

"Kita upayakan sebelum puasa itu bisa turun sekitar Rp2.000 atau Rp3.000. Kita akan perbanyak stok dan gencarkan kegiatan operasi pasar," ungkap Gin Gin.

Baca Juga: Harga Beras Naik, Erick Thohir: Seluruh Dunia Memang Harga Pangan Sedang Meningkat

Dugaan penyebab harga beras naik di pasaran, ujar Gin Gin, karena saat ini terjadi penurunan produksi beras di sejumlah daerah penghasil.

"Sebetulnya hampir semua, bahkan tingkat nasional sedang terus mengalami kenaikan. Hari ini kita melakukan survei stok ketersediaan termasuk harga. Kita harap kenaikan ini tidak berlangsung lama," tuturnya.

Gin Gin mengungkapkan, saat ini harga beras premium di Kota Bandung dijual sekira Rp16.000 dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp12.900. Sedangkan HET beras medium kini mencapai Rp12.000 dari sebelumnya Rp10.900.

Baca Juga: Harga Beras Melonjak, Pemkot Bandung Bertindak Agar Harga Cepat Turun

Agar harga beras kembali turun, dia menyebut, selain menerima bantuan dari pemerintah pusat, Pemkot Bandung akan melakukan berbagai upaya seperti menggelar kegiatan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah.

"Kita juga diperkuat dengan kegiatan Pasar Murah dan Gerakan pangan murah. Bahkan dari Bulog juga rutin mengeluarkan berasnya ke pasar dan masyarakat," papar Gin Gin. ***

Editor: Rifki Abdul Fahmi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x