Akun YouTube DPR RI Kena Hack Siarkan Judi Online Diduga Akibat Software Bajakan, Begini Penjelasan BSSN

- 7 September 2023, 21:48 WIB
Akun YouTube DPR RI kena hack dan siarkan permainan judi online
Akun YouTube DPR RI kena hack dan siarkan permainan judi online /instagram @maduraholic

PRFMNEWS – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkap kronologi hacking (peretasan) akun media sosial YouTube DPR RI hingga menyiarkan video promosi judi online yang terjadi pada Rabu, 6 September 2023 pagi.

Kronologi dan dugaan penyebab akun YouTube DPR RI di-hack peretas menjadi siarkan video promosi judi online ini diungkap Juru Bicara BSSN Ariandi Putra saat konferensi pers di Ruang Pers Gedung DPR-MPR RI Senayan, Jakarta, Kamis 7 September 2023.

Jubir BSSN mengatakan, penyebab akun YouTube DPR RI bisa diretas diduga sebelumnya komputer di ruang Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI meng-install software bajakan yang menjadi celah bagi peretas (hacker) untuk mengambil alih akun secara paksa.

Baca Juga: Jangan Kaget Bayar Parkir Lebih Mahal di 10 Lokasi DKI Jakarta ini Jika Kendaraanmu Belum Uji Emisi

Setelah terjadi aksi peretasan akun YouTube DPR RI yang menyiarkan promosi judi online, pihak DPR-Computer Security Incident Response Team (CSIRT) langsung mengontak ke Tim National CSIRT BSSN untuk meminta bantuan dan melaporkan kepada pihak Google Indonesia untuk pemulihan akun.

Tim National CSIRT BSSN lanjut melakukan investigasi penyebab akun YouTube DPR RI bisa di-hack dengan menelusuri seluruh perangkat yang digunakan oleh admin media sosial DPR RI.

Hasil investigasi mendeteksi adanya indikasi file berklasifikasi malware atau software yang merusak sistem komputer dan file berklasifikasi hacktool yang ditemukan pada perangkat yang terhubung ke akun Youtube DPR RI.

Baca Juga: Kronologi Mobil Mercy Terbakar di Dekat Gerbang Tol Cileunyi

“Tim National CSIRT BSSN bersama dengan tim CSIRT DPR RI telah melakukan investigasi sejak 6 September 2023 dan terus melakukan penyelidikan terhadap komputer di ruang kerja Setjen DPR RI yang diduga menggunakan aplikasi bajakan,” kata Ariandi.

Ariandi menegaskan, aplikasi bajakan tidak sepatutnya digunakan dan agar lebih berhati-hati dalam mengakses internet karena ini bisa menjadi celah bagi peretas mengambil alih akun media sosial seseorang atau suatu instansi.

Dia pun memastikan telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti penegakan hukum dan menelusuri pelaku yang meretas akun Youtube DPR RI.

“BSSN dan DPR CSIRT telah melakukan koordinasi dengan Bareskrim Polri sebagai upaya untuk menindaklanjuti penegakkan hukum sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku,” ujar Ariandi.

Baca Juga: Waspada Penipuan, Begini Cara Bisa Menjadi Pekerja Migran yang Resmi

Pasca insiden tersebut, lanjutnya, BSSN memberikan rekomendasi kepada Setjen DPR RI untuk melakukan hal-hal berikut:

1. Memastikan seluruh perangkat yang digunakan mengelola akun media sosial, baik smartphone dan komputer sudah terpasang antivirus.

2. Memastikan untuk mengaktifkan two factor authentication.

3. Melakukan pemindaian dengan antivirus/anti malware secara berkala.

4. Memastikan tidak menginstall software bajakan, selalu waspada akan bahaya phishing dan tidak mengunjungi situs berbahaya.

Baca Juga: Kronologi Atap 2 Kelas SDN 042 Gambir Bandung Ambruk Akibatkan Sejumlah Siswa Terluka

5. Selalu membersihkan session login, cookie dan/atau browsing history di perangkat dan tidak sembarang menginstall extension tambahan di browser.

“Peretasan dapat menimpa instansi manapun, untuk itulah BSSN selalu mengingatkan agar tim tanggap insiden siber instansi dapat selalu melakukan langkah-langkah pro aktif guna meminimalisir risiko terjadinya insiden siber,” tutur dia.

Pada konferensi pers tersebut, Ariandi Putra memberikan penjelasan beserta Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Dominggus Pakel, didampingi Kepala Biro Pemberitaan Setjen DPR RI Indra Pahlevi, serta Kepala Pusat Teknologi Informasi Djaka Dwi Winarko.***

Editor: Indra Kurniawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x