Muncul Wacana Suporter Datang ke Stadion, Ahli Kesehatan Ragukan Penerapan Protokol Kesehatan

18 April 2021, 11:51 WIB
Ilustrasi suporter diizinkan masuk stadion pada Liga 1 dan Liga 2 2021. /prfmnews.id

PRFMNEWS - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mengaku ragu penerapan protokol kesehatan saat gelaran Liga 1 dan Liga 2 diterapkan dengan baik.

Ia menyatakan hal tersebut menanggapi wacana pemerintah yang mulai mengkaji perizinan bagi penonton sepak bola untuk datang ke stadion mendukung timnya berlaga.

Menurutnya, antusiasme pendukung sepak bola dengan masyarakat biasa cenderung berbeda. Dalam sebuah laga, suporter pasti terlibat dalam setiap menit pertandingan.

Baca Juga: Sweet Banget! Ridwan Kamil Sampai Tidur di Sofa Temani Atalia ‘Si Cinta’ yang Sedang Isolasi

Baca Juga: Pemprov Jabar Siapkan Sanksi Bagi ASN di Jabar yang Nekat Mudik Lebaran

“Rasanya sulit kalau penonton sebuah pertandingan itu hanya duduk diam dan duduk manis. Tapi, pasti akan ikut bersuara yel-yel memberi semangat dan pasti ada gerakan yang sulit kita menjaga protokol kesehatan,” kata dia saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Minggu 18 April 2021.

Menurut Hermawan, jika dibandingan dengan masyarakat di perkantoran atau pemukiman, suporter sepak bola memiliki kecenderungan lain.

“Terus terang kalau rekayasa perilaku protokol di perkantoran pemukiman akan lebih mudah karena homogen ketimbang atau suporter sepak bola,” tambahnya.

Baca Juga: Bocoran dan Live Streaming Preman Pensiun 5 Besok: Bubun dan Willy Bertemu Empat Mata Diam-Diam?

Baca Juga: Brand Lokal Bantu Pulihkan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Bakal Gelar HBBL 2021 pada 5 Mei

Kendati demikian, ia pun tak memungkiri bahwa suporter sepak bola adalah elemen penting dalam pertandingan terlebih lagi di Indonesia.

Namun, akibat penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi dan cenderung belum terkendali. Maka, hal terbaik adalah menunda perizinan penonton untuk datang ke stadion.

“Kasus masih cukup tinggi, masih seratus ribu lebih kasus aktif dan satu jutaan kasus kumulatif, dengan keterbukaan semua yang di Indonesia sebenarnya kita belum melewati puncak kasus pandemi dengan kata lain pandemi Covid-19 belum terkendali,” ucapnya.***

Editor: Haidar Rais

Tags

Terkini

Terpopuler