Ojek Online Boleh atau Tidak Angkut Penumpang Baru Diputuskan Minggu Depan

- 26 Juni 2020, 21:23 WIB
OJEK online melewati Jalan yang lengang dan sepi, di Jalan Braga, Kota Bandung, Senin (27/4/2020). Pandemi covid-19 melumpuhkan berbagai sektor kehidupan secara global, tak terkecuali di Kota Bandung.


PRFMNEWS - Pemerintah Kota Bandung akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan aplikator ojek online sebelum memberikan izin ojeg online beroperasi di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Menurut Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna nantinya pemkot akan memastikan kesiapan operator ojek online menerapkan protokol kesehatan baik bagi pengendara maupaun penumpang.

"Aplikator harus menjelaskan ke kita bagaimana protokol kesehatan sesuai permenhub, dimana harus ada penyekat. Helm bagi penumpang bawa sendiri dan wajib menggunakan masker," ujarnya saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Jum'at (26/6/2020).

Ema menjelaskan, kepastian mengenai diperbolehkan atau tidaknya ojek online mengangkut penumpang baru akan diputuskan minggu depan.

Baca Juga: Restoran dan Kafe di Mal di Kota Bandung Sudah Boleh Layani Dine In Lagi, Tapi Ada Syaratnya

"Nanti setelah pihak aplikator bertemu kita kita bicarakan. Kalau sudah clear baru kita berikan regulasi," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kota Bandung resmi tak memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kini, Kota Bandung mulai memasuki fase adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Baca Juga: Pemkot Bandung Beri Izin Warga Gelar Resepsi Pernikahan, Ini Syaratnya

Ojek online, di fase AKB ini kembali boleh mengangkut penumpang. Hanya saja perlu ada kesepakatan terlebih dahulu antara aplikator dan pemkot dalam hal standar kesehatan.***

Editor: Rifki


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X