Alasan Kenapa Ada Kemungkinan Laga Persib di Stadion Siliwangi Tidak Bisa Dihadiri Penonton Langsung

- 3 Februari 2023, 13:15 WIB
Tribun utama Stadion Siliwangi.
Tribun utama Stadion Siliwangi. /prfmnews/

PRFMNEWS - Persib Bandung tengah mengupayakan bisa menjadikan Stadion Siliwangi sebagai kandang di lanjutan Liga 1 2022/2023.

Terdekat, Persib Bandung sedang mengupayakan bisa menjamu PSS Sleman di Stadion legendaris itu pada Minggu, 5 Februari 2023 nanti.

Jika mendapat lampu hijau, kemungkinan besar laga Persib di stadion Siliwangi tidak bisa dihadiri penonton secara langsung.

Baca Juga: Persib Ajukan Stadion Siliwangi Sebagai Kandang, Apakah Boleh Pakai Lapangan dengan Rumput Sintetis?

Menurut Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), kemungkinan besar penonton tidak bisa datang langsung ke stadion siliwangi karena masalah infrastruktur.

"Tapi melihat dari infrastuktur stadion, kalau di Siliwangi kemungkinan tanpa penonton," kata Teddy Rabu lalu.

Untuk mendapat izin penggunaan stadion Siliwangi, Persib harus menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian dan PT LIB terlebih dahulu.

Baca Juga: Jika Persib Jadi Pakai Stadion Siliwangi Saat Hadapi PSS Sleman, Kemungkinan Tanpa Penonton

"Jadi untuk permohonan itu sedang diproses dan mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada keputusan. Jadi mudah-mudahan hari Minggu nanti kita main di Bandung," katanya.

Tetap Upayakan GBLA

Selain itu, Persib juga sedang mengupayakan bisa bermain di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Kata Teddy, pihaknya sedang mengupayakan mendapat dispensasi penggunaan GBLA di tengah renovasi jelang Piala Dunia U-20.

Baca Juga: Persib Ajukan Stadion Siliwangi Sebagai Kandang, Apakah Boleh Pakai Lapangan dengan Rumput Sintetis?

"Kalau memang semisalnya bisa dipakai meski dalam tahap renovasi kita berusaha mendapatkan dispensasi memakai GBLA. Karena memang pengalamannya kemarin kita tidak mendapat izin di Wibawa Mukti dan Pakansari," jelasnya.

Stadion Siliwangi saat ini menggunakan rumput sintetis.

Kata Teddy, penggunaan rumput sintetis ini diperbolehkan karena tertuang dalam regulasi yang ada.

"Ada dan itu diperbolehkan. Kan seperti waktu AFF di Singapura dan Filipina itu main di sinteti," tegasnya.***

Editor: Rifki Abdul Fahmi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah