Polisi Gulirkan Wacana Sistem Satu Data Nomor SIM Gunakan NIK

- 25 Mei 2024, 18:00 WIB
Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM)
Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM) /Dok. PRFM News

PRFMNEWS - Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) menggulirkan wacana terkait sistem satu data dengan mengganti nomor Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Pol Yusri Yunus mengatakan, wacana ini sebagai bentuk penertiban data pribadi warga Indonesia, terutama pembuatan SIM agar tidak ganda.

“Wacananya, tahun depan, In Syaa Allah. Untuk kemudahan saja dalam hal data seseorang,” ujarnya, Sabtu 25 Mei 2024.

Yusri menjelaskan, sistem NIK yang digunakan Pemerintah Indonesia sudah bagus, setiap warga negara hanya memiliki satu NIK, bahkan bayi yang baru lahir sudah langsung mendapat NIK.

Sementara, Korlantas Polri berkeinginan agar data SIM seperti NIK, tunggal satu nomor jadi satu data, yakni KTP, SIM dan BPJS, serta kartu KIS.

“Jadi, intinya bahwa kami buat single data. Paling bagus kalau NIK KTP, SIM, misalnya BPJS, kartu KS. Semua pakai NIK. Kan nomor NIK ini satu orang cuma satu di Indonesia,” tutur Yusri.

Berbeda dengan nomor SIM yang ada saat ini. Satu pemegang SIM di Jakarta, bisa membuat SIM yang sama di wilayah berbeda. Karena SIM hanya menggunakan nomor urut.

“Jadi bisa nama Rahmat sudah punya SIM A 10, datang ke Palembang bikin SIM A juga. Bisa aja, karena cuma nomor urut saja, kan nama tersebut ada banyak," jelasnya.

Wacana nomor SIM menjadi NIK ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi duplikasi kepemilikan SIM. Selain itu, sistem satu data juga membuat efisiensi dan efektivitas bisa jadi satu nomor dengan BPJS dan KTP.***

Editor: Indra Kurniawan

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah