Indef: Pernikahan Tidak Relevan untuk Mengurangi Angka Kemiskinan

- 14 Agustus 2020, 21:40 WIB
Ilustrasi kesenjangan sosial . /Dok PRFM.

PRFMNEWS – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut bahwa jumlah rumah tangga miskin terus meningkat lantaran keluarga miskin menikah dengan keluarga miskin lain, sehingga memunculkan rumah tangga miskin baru.

Muhadjir berpendapat bahwa keluarga miskin baiknya menikah dengan keluarga kaya untuk memutus rantai kemiskinan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad menyatakan pernikahan tidak relevan dijadikan sebagai cara mengurangi angka kemiskinan.

Baca Juga: 38 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19, Gedung DPRD Jabar Tutup Sementara

Menurut Tauhid, pernikahan berbeda golongan justru berpotensi menibulkan masalah sosial jika benar-benar diterapkan oleh pemerintah Indonesia.

“Ini merupakan permasalahan sosial, misalnya jika orang menikah dengan berbeda golongan itu tidak bisa dipaksakan. Ini terkait Hak Asasi Manusia, biarkan itu terjadi secara ilmiah,” tegasnya saat On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Jumat 14 Agustus 2020.

Dari hasil kajian yang dilakukan Indef, setidaknya ada tiga cara untuk mengurangi angka kemiskinan ketimbang memaksa orang miskin untuk menikah dengan orang kaya.

Tiga cara ini menurut Indef bisa beperan untuk menekan angka kemiskinan yang pada Maret 2020 ini, seperti yang diumumkan Badan Pusat Statistik, telah mencapai 9,78 persen dari penduduk Indonesia.

“Angka kemiskinan di Indonesia berada di angka 9,87 persen. Angka ini berpotensi meningkat menjadi 10 persen jika tidak ada penanganan-penanganan yang dilakukan pemerintah,” kata Tauhid.

Halaman:

Editor: Rifki


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X