Jangan Sampai Pilkada Jadi Klaster Baru Covid-19, Semua Diminta Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

- 2 Juli 2020, 13:08 WIB
Ilustrasi Pemilu.* DOK PRFM /

PRFMNEWS - Tahun 2020 ini akan digelar Pilkada Serentak. Namun berbeda dengan Pilkada Serentak sebelumnya, Pilkada Serentak kali ini digelar di tengah pandemi covid-19.

Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan Bandung Asep Warlan Yusuf mengingatkan semua pihak untuk benar-benar ketat dan konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya, protokol kesehatan ini sangat penting diterapkan di tengah pandemi covid-19.

"Pastikan protokol kesehatan itu dijalankan dengan konsisten, jangan ada kelengahan jangan sampai ada sesuatu yang menimbulkan efek pada kerugian masyarakat, kerugian bagi penyelenggara dan kerugian bagi peserta," kata Asep saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga: Sidang Isbat Penentuan Iduladha Tahun ini Digelar 21 Juli 2020

Terkait protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak, Asep sebut bukan hanya tanggung jawab KPU. Pihak lain seperti Kemendagri, dan kementerian lainnya punharus memberikan perhatian agar protokol ini benar-benar diterapkan.

Ditegaskan Asep, protokol kesehatan ini sangat penting. Saat pelaksanaan Pilkada, banyak kegiatan yang melibatkan banyak orang dan dikhawatirkan menimbulkan klaster baru covid-19.

"Jangan sampai Pilkada jadi klaster baru dalam penyebaran dan penanganan covid-19," sebutnya.

Baca Juga: Jelang Pemilihan Bupati Bandung, Ahli Kebijakan Publik Ingatkan Netralitas ASN

Setiap petugas Pemilu, kan berhadapan dengan masyarakat banyak. Oleh karena itu, pemerintah harus menyediakan anggaran yang cukup agar alat pelindung diri (APD) bagi para petugas mencukupi.

Halaman:

Editor: Rifki


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X