Klarifikasi MUI Soal Seruan Lawan Rapid Test: Hoaks!

- 25 Mei 2020, 18:55 WIB
Poster yang viral di media sosial

BANDUNG,(PRFM) – Di media sosial, beredar kabar yang mengatasnamakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam bentuk naskah satu halaman bergambar.

Naskah tersebut isinya menyerukan kepada seluruh MUI Provinsi, Kabupaten/Kota agar berhati-hati dan waspada dengan diadakannya Rapid Test COVID-19 terhadap ulama, kyai, dan ustadz di seluruh Indonesia, tertanggal 03 April 2020 dan dikeluarkan oleh Sekretariat MUI Pusat.

Kabar tersebut telah menimbulkan keresahan dan kebingungan di masyarakat. Dewan Pimpinan (DP) MUI pun menyatakan klarifikasi (tabayyun) terkait kabar tersebut.

Baca Juga: Suasana Lebaran Berbeda Karena Corona, Haru Suandharu: Banyak Hikmah yang Bisa Diambil

Dalam Surat Keputusan Nomor: Kep-1185/DP-MUI/V/2020, MUI menyampaikan klarifikasi sebagai berikut;

1. DP MUI Pusat menyatakan kabar tersebut bohong (hoaks) karena DP MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan surat, pengumuman, pernyataan dan sejenisnya yang isinya agar seluruh MUI Provinsi, Kabupaten/Kota berhati-hati dan waspada dengan diadakannya Rapid Test COVID-19 terhadap ulama, kyai, dan ustadz di seluruh Indonesia.

2. DP MUI Pusat menegaskan tidak pernah mengeluarkan seruan agar ulama, kiai, dan ustaz di Indonesia menolak Rapid Test COVID-19.

3. DP MUI Pusat menyatakan kabar tersebut tidak sesuai dengan standar penerbitan surat/pengumuman/pemberitahuan atau sejenisnya di organisasi MUI, yakni seharusnya menggunakan kop surat DP MUI Pusat, diberi nomor surat dan tanggal terbit, ditandatangani dua orang Pimpinan Harian MUI Pusat, dan dibubuhi stempel organisasi MUI.

Baca Juga: Cegah Corona, Korsel Gunakan Robot Barista

Halaman:

Editor: Rifki


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X