Dilarang Bawa Penumpang, Ojol Minta Aplikator Turunkan Potongan

- 7 April 2020, 17:53 WIB
Driver ojek online. /Gojek

BANDUNG,(PRFM) - Untuk menghentikan penyebaran virus corona, pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Jika kebijakan ini diterapkan di suatu daerah, maka semua kegiatan akan dibatasi.

Salah satu yang terkena dampak PSBB, adalah ojek online (ojol) seperti Grab dan Gojek yang mulai dilarang mengangkut penumpang.

Baca Juga: Waspadai Modus Penipuan Baru di Marketplace

Aturan PSBB ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2020 pasal 15 yang berbunyi : "layanan ekspedisi barang, termasuk sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang dan tidak untuk penumpang,".

Ketua Presidium Gabungan Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono mengatakan, dengan adanya pelarangan mengangkut penumpang, pendapatan ojol bakal semakin anjlok.

"Kemarin physical distancing, sekarang ga boleh membawa penumpang, makin turun penghasilan kami," kata Igun saat On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Selasa (7/4/2020).

Baca Juga: Update Corona di Indonesia: 204 Sembuh, 2.738 Positif, dan 221 Meninggal

Menurut Igun, saat pemerintah mengeluarkan kebijakan agar beraktivitas di dalam rumah, penghasilan ojol sudah menurun. Dengan diberlakukannya PSBB, penghasilan mereka anjlok hingga 80%.

Halaman:

Editor: Rifki


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X