Risiko Tinggi, Pemerintah Putuskan Batalkan Pelaksanaan UN 2020

- 24 Maret 2020, 13:33 WIB
Mendikbud, Nadiem Makarim saat menyampaikan program organisasi penggerak.  /twitter/@Kemdikbud_RI

BANDUNG,(PRFM) – Penyebaran pandemi COVID-19 atau virus corona di Indonesia belum bisa terkendali. Hingga Senin, 23 Maret 2020, pukul 12.00 WIB tercatat 65 kasus baru sehingga total sebanyak 579 kasus, sementara yang meninggal bertambah satu orang menjadi 49 orang.

Penularan corona yang kian hari makin bertambah ini membuat pemerintah memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2020.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan berbagai pertimbangan.

“Setelah kami pertimbangkan dan diskusi dengan Presiden dan instansi di luar, kami putuskan membatalkan Ujian Nasional 2020,” kata Nadiem setelah rapat melalui Video Conference yang dipimpin Presiden Joko Widodo dengan topik Kebijakan UN Tahun 2020 di Jakarta, Selasa (24/3/2020) dilansir dari Antara.

Baca Juga: PD Kebersihan Bagikan APD Untuk Para Petugas Operasional

Mendikbud menjelaskan, alasan pembatalan tersebut yang pertama adalah atas prinsip dasar Kemendikbud yakni keamanan dan kesehatan siswa-siswa.

Menurutnya, keamanan keluarga siswa-siswi jika UN tetap dilaksanakan di dalam tempat-tempat pengujian bisa menimbulkan risiko kesehatan.

“Bukan hanya untuk siswa-siswa tapi juga keluarga dan kakek nenek karena jumlah sangat besar delapan juta yang tadinya dites UN,” kata Nadiem.

Oleh karena itu, ia menegaskan tidak ada yang lebih penting daripada keamanan dan kesehatan siswa dan keluarga sehingga UN dibatalkan untuk 2020.

Halaman:

Editor: Rifki

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X