KA Pasundan jadi Sasaran Pelemparan Batu di Surabaya, Pelaku Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

31 Mei 2024, 16:00 WIB
KAI Kecam Pelemparan Batu terhadap KA Pasundan, Pelaku Terancam Pidana Penjara Hingga Seumur Hidup /Dok KAI

SURABAYA, PRFMNEWS - Kereta Api (KA) Pasundan menjadi sasaran pelemparan batu di Surabaya, Kamis 30 Mei 2024 malam.

KA Pasundan dilempari batu oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) JPL 5, KM 3+7/8, antara Stasiun Surabaya Gubeng - Stasiun Surabaya Kota, tepatnya di Jalan Ambengan, Kota Surabaya sekira pukul 23.54 WIB.

Kejadian ini mengakibatkan kerusakan berupa kaca pecah di 7 sarana kereta ekonomi KA Pasundan.

Baca Juga: Persib Kena Denda Rp200 Juta, Umuh: Ini Tidak Masuk Akal

EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji menyatakan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk segera menangkap para pelaku.

“Kami sangat mengecam atas tindakan vandalisme berupa pelemparan terhadap kereta api karena dapat membahayakan perjalanan dan melukai penumpang maupun petugas KAI. Kami akan memproses hukum bagi siapa saja yang kedapatan melakukan pelemparan terhadap kereta api,” ujarnya dalam keterangan resmi PT KAI yang diterima Redaksi PRFM, Jumat 31 Mei 2024.

Agus menegaskan, hukuman pidana atas aksi pelemparan terhadap Kereta Api telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang.

Baca Juga: Polisi Umumkan Titik-Titik Prediksi Macet yang Akan Terjadi Selama Dua Hari di Bandung

"Pasal 194 ayat 1 dimana tertulis bahwa barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun," jelasnya.

Masih di pasal yang sama pada ayat 2, dinyatakan bahwa jika perbuatan itu mengakibatkan orang meninggal, yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Larangan pelemparan terhadap kereta api juga telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dimana pada Pasal 180 menyebutkan bahwa setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya Prasarana dan Sarana Perkeretaapian.

Baca Juga: Melawan saat Akan Ditangkap, Pelaku Penusukan di Gading Tutuka Ditembak Polisi

“Kami mohon kepada masyarakat agar tidak melakukan pelemparan terhadap kereta api apapun alasannya. Sebab dampaknya akan sangat berbahaya bagi perjalanan kereta api dan orang-orang yang berada di dalam kereta api,” jelas Agus.

Untuk mengantisipasi kejadian terulang, Agus menyatakan PT KAI akan meningkatkan penjagaan di stasiun maupun jalur kereta api dengan melibatkan kewilayahan TNI/Polri serta peran masyarakat. KAI akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan vandalisme terhadap kereta api.

“Aksi pelemparan terhadap kereta api ini sangat berbahaya, karena selain dapat menggangu kelancaran perjalanan kereta api, juga dapat mengancam jiwa. Selain tindakan tegas dari KAI, dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk menghilangkan aksi vandalisme tersebut,” tutupnya.***

Editor: Tim PRFM News

Tags

Terkini

Trending