Klarifikasi Puskemas Terkait Isu Rapid Test di Pasar Haur Pancuh: Reaktif Bukan Berarti Positif

- 3 Juni 2020, 15:30 WIB
Pemeriksaan Rapid Tes terhadap para Pedagang di Pasar Sadang Serang, Jumat (29/5/2020) /Dok UPT Puskemas Puter.


BANDUNG, (PRFM) – Sebuah isu mengenai adanya 2 pedagang positif Covid-19 di Pasar Haur Pancuh, Kota Bandung, dibantah langsung oleh Kepala UPT Puskesmas Puter, dr. Rita Irnawaty.

Menurut Rita, ada berbagai kekeliruan pada pesan berantai yang beredar di media sosial tersebut sejak Senin, 1 Juni 2020 tersebut.

Kekeliruan pertama, kata Rita, terdapat pada penyebutan hari pelaksanaan rapid test terhadap para pedagang di Pasar Haur Pancuh.

Baca Juga: Cek Kesiapan New Normal di Kabupaten Bandung, Gubenur Jabar Kunjungi Pabrik Eiger

Baca Juga: DPR Kritik Menteri Agama Karena Tak Libatkan Legislatif Saat Batalkan Haji Tahun 2020

“Betul kami telah melakukan rapid test di Pasar Haur Pancuh. Tetapi kabar yang beredar di medsos itu penulisan hari keliru. Di dalam kabar tersebut disebutkan hari Senin, padahal rapid test itu dilakukan pada hari Sabtu, 30 Mei 2020,” jelasnya saat On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Rabu (3/6/2020).

Rita melanjutkan, kekeliruan juga terdapat pada penyebutan bahwa adanya 2 pedagang di Pasar Haur Pancuh yang telah divonis terinfeksi Virus Corona (Covid-19). Padahal faktanya, hasil rapid test di Pasar Haur Pancuh menunjukan 5 pedangan reaktif pada hasil rapid test.

Pesan berantai tersebut semakin menyesatkan karena langsung memvonis orang yang reaktif pada hasil rapid test merupakan penderita Covid-19.

Baca Juga: New Normal, Angkot di Lembang Harus Turunkan atau Naikan Penumpang di Terminal

Baca Juga: Sebelum Gelar Kembali Pertandingan PSSI Harus Terapkan Dulu ‘New Normal’ dalam Kompetisi

Halaman:

Editor: Rifki


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X