Berbentuk Bambu Runcing, Tol di Jabar ini Punya Terowongan Terpanjang di Indonesia Dibangun Pakai Metode NATM

- 11 Juni 2024, 17:00 WIB
Twin Tunnel atau terowongan Tol Cisumdawu.
Twin Tunnel atau terowongan Tol Cisumdawu. /Pikiran Rakyat/Adang Jukardi/

PRFMNEWS – Jawa Barat (Jabar) punya ruas jalan tol yang memiliki twin tunnel atau terowongan kembar terpanjang di Indonesia. Bahkan diklaim pemerintah sebagai jalan tol yang pertama memiliki terowongan kembar unik di tanah air dibangun menembus bukit.

Ukuran terowongan kembar yang berlokasi di Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang ini memiliki panjang 472 meter dan lebar 14 meter. Twin tunnel di ruas jalan tol yang dikelilingi pemandangan indah Gunung Tampomas, Manglayang, dan Patuha ini dibangun Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR melalui Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur (BGTS).

Ya, terowongan kembar unik ini dibangun di ruas Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan). Terowongan ini dibangun selama 1,5 tahun dengan penerapan inovasi konstruksi New Austrian Tunneling Method (NATM) atau metode penggalian bertahap, yang diklaim berguna dalam menguatkan tanah sebelum penggalian.

Untuk penggaliannya, menggunakan metode Three-Bench Steven-Step, yaitu metode yang dapat menstabilkan pemuka terowongan tanpa tambahan penyangga. Kombinasi metode ini diklaim paling baik untuk digunakan pada kondisi material heterogen di lokasi yang digali untuk membangun terowongan kembar ini.

Baca Juga: Punya Panjang 206 KM, Tol Penghubung Bandung-Tasik Ini Dibangun 2025, Bisa Pangkas Waktu Jadi 40 Menit

“Jadi di Cisumdawu ini memang material yang akan kita gali adalah material vulkanik, dominan materialnya memang lebih mudah runtuh jika ada air. Dan yang kedua memang akibat dari erupsi gunung berapi biasanya ada bongkahan-bongkahan batuan yang tercampur di material tanah tersebut. Jadi untuk metode lainnya hanya bisa digunakan pada kondisi homogen,” jelas Kepala BGTS Fahmi Aldiamar dalam keterangan tertulis di laman resmi Bina Marga Kementerian PUPR.

Lokasi terowongan kembar Tol Cisumdawu ini berada di Seksi 2 ruas Pamulihan-Sumedang tepatnya KM 169 Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang.

Fahmi menjelaskan terowongan ini dibangun sebagai shortcut jalan karena faktor topografi daerah yang memiliki pegunungan atau bukit. Sehingga jika dibangun jalan menyusuri bukit, akan terjal, sempit, dan tepinya berupa jurang, serta sangat beresiko bagi pengguna jalan dari segi kenyamanan dan keamanan.

Tantangan dari pembangunan terowongan ini yaitu ketidakstabilan lereng yang harus diatasi dengan cara perkuatan tanah (forepoling), yaitu sistem pipa yang dimasukkan ke dalam tanah yang digali membentuk setengah lingkaran dan diisi dengan grouting alias material pengisi beton. Tujuannya membuat suatu perkuatan di sekeliling terowongan. Hal tersebut dilakukan secara berulang dengan panjang galian 60-80 cm.

Halaman:

Editor: Rifki Abdul Fahmi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah