Polda Jabar Ungkap Hasil Olah TKP Kecelakaan Maut Subang, Sopir Bus Sempat 2 Kali Lakukan Perbaikan Rem

- 15 Mei 2024, 11:00 WIB
TKP kecelakaan maut bus di Jalan Raya Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu 12 Mei 2024
TKP kecelakaan maut bus di Jalan Raya Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu 12 Mei 2024 /Budi Satria/PRFM

PRFMNEWS – Polisi mengungkap hasil olah TKP kecelakaan bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok yang terguling di jalan turunan Ciater, Subang, Sabtu 11 Mei 2024. Olah TKP kecelakaan yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia ini dilakukan dengan metode Traffic Accident Analysis (TAA).

Dari hasil olah TKP dan pengecekan bus yang dilakukan Ditlantas Polda Jawa Barat (Jabar) dibantu Dinas Perhubungan Jabar dan Kabupaten Subang itu ditemukan fakta bahwa tidak ada jejak rem di TKP kecelakaan bus Trans Putera Fajar, yang ada hanya gesekan badan bus di aspal saat terguling.

“Tidak adanya jejak rem di TKP juga diakui S selaku sopir bus itu yang mengaku memang ada masalah pengereman sebelum perjalanan pulang dilakukan,” kata Dirlantas Polda Jabar Kombes. Pol. Wibowo, Selasa 14 Mei 2024.

Baca Juga: Sopir Bus Kecelakaan Maut Subang Jadi Tersangka Usai Polisi Temukan Fakta-fakta Mencengangkan

Sopir bus wisata Trans Putera Fajar yang selamat dari kecelakaan maut itu, imbuh Wibowo, juga mengakui sudah dua kali melakukan perbaikan masalah rem tersebut, yakni saat di kawasan Tangkuban Perahu memanggil montir dan di Rumah Makan Bang Jun Ciater dilakukan oleh S.

"Perbaikan dilakukan oleh kenek dan pengemudi atas sil yang dipinjamnya ke mobil lain. Karena sil ini tidak sesuai ukuran, akhirnya tidak dilakukan penggantian dan tetap melakukan perjalanan hingga akhirnya terjadi kecelakaan," jelas Wibowo.

Selain itu, Wibowo membeberkan fakta lain dari hasil pemeriksaan terhadap bus yakni jarak antara kampas rem sudah 0,3 mm sehingga di bawah standar yang seharusnya minimal 0,45 mm. Kemudian minyak rem juga sudah tercampur air hingga 4%.

"Ditemukan juga kebocoran di dalam ruang relaypart dan sambungan antara relaypart dengan booster karena adanya komponen yang sudah rusak, sehingga saluran tidak tertutup rapat, sehingga menyebabkan kekurangan tekanan," ungkapnya.

Baca Juga: Bey Bicara Wacana Penambahan Jalan di Ciater hingga Sanksi PO Bus Usai Kecelakaan di Subang

Halaman:

Editor: Rifki Abdul Fahmi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah