PSBB Tak Diperpanjang, DPRD Jabar Khawatir Masyarakat Anggap Pandemi Telah Usai

- 27 Juni 2020, 09:03 WIB
PSBB 'rasa' car free day (CFD) di Kabupaten Garut.*
PSBB 'rasa' car free day (CFD) di Kabupaten Garut.* //AEP HENDY/KP/

PRFMNEWS - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa Barat yang berakhir pada Jumat (26/6/2020) resmi tak diperpanjang. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan saat ini wilayahnya akan melanjutkan ke fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal.

Baca juga: Memasuki Masa AKB, Sejumlah Ruas Jalan di Bandung Tetap Ditutup

Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat Haru Suandharu, mengingatkan Ridwan Kamil untuk berhati-hati jika ingin mengklaim pelaksanaan PSBB berhasil. Menurut Haru, pelaksaan PSBB di Jawa Barat masih tidak efektif dan tidak ada transparansi hasil evaluasinya.

"Ketika PSBB sebenarnya tidak efektif. Makanya saya mengingatkan kepada gubernur hati-hati mengklaim PSBB berhasil. Kita harus hati-hati. Karena sebetulnya kita tidak bisa mengukur sejauh mana pandemi ini," ujar Haru saat on air di Radio PRFM, Jumat (26/6/2020).

Dirinya khawatir, dengan ditiadakannya PSBB nantinya masyarakat akan menganggap pandemi COVID-19 telah usai. Hal ini dikarenakan sudah tidak ada lagi payung hukum yang mengikat masyrakat seperti di saat PSBB.

"Waktu PSBB diterapkan sudah tidak efektif, apa lagi tidak ada PSBB. Kan tidak ada payung hukum. Khawatirnya masyarakat menganggap COVID-19 sudah selesai, sudah angkat kaki," jelas Haru.

Baca juga: Rapid Test Covid-19 di Balai Kota Bandung Bukan untuk Umum

Jika memang ingin mencabut PSBB, pemerintah baik pusat maupun provinsi seharusnya secara jelas mengumumkan daerah mana saja yang sudah tergolong sebagai zona hijau.

"Kalau sudah aman betul silakan cabut PSBB-nya dan nyatakan sebagai zona hijau. Tapi saya rasa pemerintah pusat dan provinsi masih ragu. Bahkan Jokowi masih bilang pandemi ini belum selesai," pungkasnya.***

Editor: Rifki


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X