Uu: Kasus Positif Covid-19 di Jabar Sentuh Angka 2.000 Orang, Kita Harus Kerja Sama

- 23 Mei 2020, 12:20 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.*HUMAS JABAR

BANDUNG, (PRFM) – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengajak warga Jabar untuk bekerja sama dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19). Pasalnya, kasus positif Covid-19 di Jabar naik signifikan jadi sekira 2.000 orang.

Menurutnya, jika warga bersama-sama untuk meminimalisir pergerakan di luar rumah maka Covid-19 di Indonesia khususnya Jawa Barat dapat semakin ditekan. Berbanding terbalik jika warga Jabar tidak bisa diajak kerja sama, maka bukan tidak mungkin mata rantai virus corona tidak akan putus.

“Saya ajak masyarakat bekerja sama di dalam berbagai kesempatan. Karena kalau tidak ada kerja sama seperti masyarakat, pengusaha, pertokoan, nampaknya sulit untuk putusnya mata rantai. Jawa Barat hari ini kenaikannya cukup signifikan. Kemarin 1.350 hampir 1.400, sekarang sudah 2.000 yang kena,” papar Uu saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Sabtu (23/5/2020).

Baca Juga: Sektor Pariwisata Menderita Bahkan Sebelum Covid-19, ASITA Minta Pemerintah Tegas

Ia menambahkan, naiknya jumlah positif Covid-19 di Jabar harus jadi perhatian masyarakat secara umum. Sehingga imbauan pemerintah dan protokol kesehatan dinilai mutlak dipatuhi.

“Ini harus menjadi perhatian jadi masyarakat. Jangan malah seolah-olah diabaikan. Keinginan pemerintah yang disampaikan dengan berbagai cara ini adalah kemanfaatan dan kemaslahatannya untuk masyarakat. Karena kami ingin kerja samanya,” kata dia.

Baca Juga: Seperti di Bandung, Pasar-Pasar di Bogor Dipadati Pembeli Jelang Idulfitri

 Di samping itu, terkait dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Jawa Barat, Uu menyebut ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Di antaranya, Pemprov Jabar yang gencar melakukan tes massal dan pelimpahan warga Jawa Barat yang positif corona di DKI Jakarta.

“Karena rapid test semakin masif dilaksanakan sekarang 130 ribu masyarakat Jawa Barat melaksanakan test. Kedua, KTP Jawa Barat yang kena di Jakarta, diserahkan angkanya ke kita. Di tambah kemarin, angka yang disampaikan ke pusat mungkin delay dan baru diumumkan,” tukasnya.

Halaman:

Editor: Rifki


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X