Soal Kasus Perpeloncoan ‘Lingkaran Setan’ Pramuka di Ciamis, Disdik Jabar: Kebiasaan Lama Turun-temurun

- 14 Januari 2022, 17:10 WIB
Disdik Jabar memberikan tanggapan atas kejadian Lingkaran Setan ekstrakulikuler Pramuka SMAN 1 Ciamis.
Disdik Jabar memberikan tanggapan atas kejadian Lingkaran Setan ekstrakulikuler Pramuka SMAN 1 Ciamis. //Humas Disdik Jabar

PRFMNEWS - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) Dedi Supandi menyebut, kasus perpeloncoan diduga berujung penganiayaan bertema ‘Lingkaran Setan’ di SMAN 1 Ciamis sudah jadi kebiasaan lama yang turun-temurun antar alumni.

Kegiatan perpeloncoanLingkaran Setan’ kerap melibatkan alumni yang dilakukan saat kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Ciamis.

Sementara, ada 18 siswa junior yang diduga menjadi korban perpeloncoan berujung penganiayaan ‘Lingkaran Setan’ saat kegiatan Pramuka dan dirawat di rumah sakit akibat menderita luka lebam.

Menurut Dedi, dugaan penganiayaan kegiatan Pramuka 'Lingkaran Setan' terjadi saat korban mengikuti kegiatan paskat (pasukan tongkat) yakni melatih kemampuan baris-berbaris menggunakan tongkat.

Baca Juga: Usai Terjerat Kasus Narkoba, Status Pernikahan Ardhito Pramono Terbongkar, Ini Sosok Jeanetta Sanfadelia

"Jadi terkait kejadian Pramuka di SMAN 1 Ciamis, kejadian itu berawal dari hari Sabtu di luar sekolah. Jadi sebetulnya itu kegiatan di luar instansi pendidikan dan tidak ada izin dari sekolah," katanya, dikutip prfmnews.id dari laman ANTARA pada Jumat 14 Januari 2022.

Dedi menambahkan, aksi ‘Lingkaran Setan’ dilakukan karena kegiatan paskat atau pasukan tongkat merupakan kegiatan yang biasa melibatkan alumni sejak lama.

Kini, pihaknya meminta pihak SMAN 1 Ciamis memastikan dan mengawasi adanya kegiatan Pramuka di luar agenda sekolah yang melibatkan para alumni. Hal itu demi memutus mata rantai kegiatan ‘Lingkaran Setan’ di dalam lingkungan sekolah.

"Karena sudah ada kebiasaan lama seperti itu yang dilakukan secara turun temurun, seperti pola pembantaian untuk menjadi anggota unit tongkat," ucapnya.

Halaman:

Editor: Indra Kurniawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X