Kepengurusan KPPG Jabar Dikukuhkan, Perempuan Mainkan Peran Politik Strategis

- 4 Mei 2021, 13:46 WIB
Pengukuhkan Pengurus Daerah KPPG Jabar, di aula kantor DPD Partai Golkar Jabar, JalanMaskumambang, Bandung, Selasa 4 Mei 2021.
Pengukuhkan Pengurus Daerah KPPG Jabar, di aula kantor DPD Partai Golkar Jabar, JalanMaskumambang, Bandung, Selasa 4 Mei 2021. /DokPP KPPG.

PRFMNEWS - Peran perempuan dalam pentas politik nasional maupun daerah, amatlah strategis. Terlebih lagi, Undang-undang mensyaratkan minimal 30 persen kuota keterwakilan perempuan di lembaga legislatif.

Hal itu dikemukakan Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (PP KPPG), Airin Rachmi Diany, saat mengukuhkan Pengurus Daerah KPPG Jawa Barat (Jabar) di aula kantor DPD Partai Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Bandung, Selasa 4 Mei 2021.

“Karena itu, setiap partai, termasuk Golkar, harus menyediakan kader perempuan yang bisa memainkan peran sentral di panggung politik, agar persoalan kesetaraan gender atau problem perempuan lainnya bisa diselesaikan secara tuntas,” ujar mantan Walikota Tangerang Selatan tersebut.

Baca Juga: Jokowi: Pandemi Covid-19 Memberikan Pelajaran yang Luar Biasa

Airin menyatakan, perempuan hadir menjadi fondasi pendirian Indonesia yang lebih baik lagi. terlbih, pengukuhan KPPG Jabar yang baru akan bisa mewarnai kiprah perempuan dalam sistem politik Indonesia.

“Kami meyakini, perempuan akan hadir menjadi fondasi pendirian Indonesia yang lebih baik lagi. Terlebih dengan pengukuhan KPPG Jabar yang baru di Jabar, akan bisa mewarnai kiprah perempuan dalam sistem politik, sehingga bisa membuat kebijakan yang berpihak ke masyarakat,” jelasnya.

Pengukuhkan Pengurus Daerah KPPG Jabar, di aula kantor DPD Partai Golkar Jabar, JalanMaskumambang, Bandung, Selasa 4 Mei 2021
Pengukuhkan Pengurus Daerah KPPG Jabar, di aula kantor DPD Partai Golkar Jabar, JalanMaskumambang, Bandung, Selasa 4 Mei 2021 Dok KPPG Jabar.

Sementara itu Ketua PLT DPD Partai Golkar Jabar, Ace Hasan Syadzily, menyebut peran politik perempuan sangat penting dalam konteks politik, karena secara kuantitatif. jumlah perempuan lebih besar.

“Tapi bukan hanya soal kuantitatif. Yang lebih penting seungguhnya adalah bagaimana perjuangan politik untuk memastikan agenda-agenda kesetarana gender, kehidupan perempuan, angka kematian ibu dan anak, sustainment development goals, bisa naik ke permukaan, dan terselesaikan dengan baik,” kata anggota DPR RI asal dapil Kabupaten Bandung ini.

Halaman:

Editor: Indra Kurniawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X