Impor Barang di Lebanon akan Terganggu Pasca Ledakan Hebat di Beirut

- 5 Agustus 2020, 12:07 WIB
Salah satu lokasi yang terkena dampak akibat ledakan besar yang terjadi di area pelabuhan Beirut, Lebanon pada 4 Agustus 2020. /REUTERS/Issam Abdallah

PRFMNEWS - Duta Besar RI untuk Lebanon Hajriyanto Y Thohari mengatakan, ledakan yang terjadi di kawasan Pelabuhan Kota Beirut Lebanon pada Selsa 4 Agustus 2020 kemarin akan berdampak cukup serius terhadap kondisi sosial dan ekonomi Lebanon. Pasalnya, pelabuhan yang mengalami kerusakan yang cukup parah ini merupakan satu-satunya akses pintu masuk barang-barang impor ke Lebanon.

Oleh karena itu, kata Hajriyanto, saat ini pemerintah Lebanon sedang mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi yang terjadi pasca ledakan tersebut.

"Pemerintah Lebnanon sedang mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi karena lokasi ledakan ini dekat dengan pelabuhan yang menjadi satu-satunya pintu masuk bagi barang-barang impor ke lebanon terutama bahan makanan," kata Hajriyanto saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Rabu 5 Agustus 2020.

 

Baca Juga: Penegakan Sanksi Terhadap Warga Tak Bermasker di Kota Bandung Dilakukan Secara Bertahap

Disebutkan Hajriyanto, 70 persen barang impor Lebanon masuk melalui pelabuhan ini. Oleh karenanya dengan adanya kerusakan di pelabuhan maka akan mengganggu kestabilan ekonomi Lebanon.

"70 persen keperluan Impor Lebanon ini melalalui kawasan ini melalui pelabuhan ini. Dan ini pelabuhan mengalami kerusakan parah sehingga pasokan yang 70 persen yang melalui pelabuhan ini akan terganggu dalam beberapa waktu ke depan," tegasnya.

Hajriyanto sebut, hingga Selasa tengah malam waktu setempat, pemerintah Lebanon sudah mengumumkan adanya 73 orang meninggal dunia akibat ledakan ini. Selain itu, 3.700 orang dinyatakan menjadi korban luka ringan maupun berat.

Halaman:

Editor: Rifki


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X