Hasil Riset Jenis Vaksin ini Ternyata Tidak Ampuh Lawan Omicron, Tak Cocok Jadi Booster Covid-19?

- 23 Juni 2022, 13:30 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19 /Humas Kota Bandung

PRFMNEWS - Sebuah penelitian kecil di China menunjukkan antibodi penawar dua dosis vaksin Covid-19 jenis Sinopharm untuk melawan beberapa sub-varian Omicron sebagian besar tidak terdeteksi.

Hasil penelitian yang dirinci dalam jurnal The Lancet Infectious Diseases ini juga menunjukkan antibodi penawar pada seseorang yang disuntik booster Sinopharm hanya efektif memulihkan sebagian atau tidak kebal sepenuhnya terhadap sub-varian Omicron.

Melansir laman Reuters, studi tentang vaksin Sinopharm tidak ampuh hasilkan antibodi penawar sub-varian Omicron ini dilakukan ketika China, yang hanya menyetujui vaksin lokal seperti Sinopharm, berusaha untuk meningkatkan tingkat vaksinasi dan mempertahankan kebijakan "nol Covid" yang bertujuan untuk memberantas semua wabah.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Bikin Badan Gak Gemuk Walau Sedang Konsumsi Pil KB, Kata dr. Saddam Ismail

Vaksin BBIBP-CorV adalah salah satu dari dua suntikan Sinopharm yang disetujui untuk digunakan di China, dan juga merupakan suntikan utama yang diekspor perusahaan milik negara tersebut.

“Di antara 25 orang yang menerima dua dosis vaksin BBIBP-CorV, aktivitas penetralan terhadap sub-varian seperti BA.2.12.1 dan BA.4/BA.5 tidak atau hanya sedikit terdeteksi,” kata para peneliti dalam korespondensi yang diterbitkan di Senin, 20 Juni 2022.

“Aktivitas penetralisir terhadap sub-varian tersebut diamati hanya pada 24 sampai 48% subjek yang menerima suntikan booster BBIBP-CorV setelah sebelumnya menerima dua dosis,” ujar para peneliti melanjutkan.

Baca Juga: Dispora Kabupaten Bandung Pastikan Stadion Si Jalak Harupat Segera Berbenah Jelang Piala Dunia U20

Angka tersebut sedikit meningkat, menjadi 30 hingga 53% bagi mereka yang menerima suntikan ketiga yang dibuat oleh unit Produk Biologi Chongqing Zhifei (300122.SZ), vaksin lain yang disetujui untuk digunakan di China, menurut data dari kelompok lain yang terdiri dari 30 subjek.

Meski demikian, studi ini tidak membahas secara lebih rinci terkait kemanjuran booster Sinopharm atau seberapa baik jenis vaksin ini dapat menurunkan risiko penyakit atau kematian akibat terinfeksi Covid-19, yang umumnya diamati dalam uji klinis skala besar.

Baca Juga: 5 Jenis Makanan ini dapat Turunkan Kadar Kolesterol Tinggi

Dengan kata lain, jenis vaksin Sinopharm masih layak digunakan sebagai booster, meski tingkat kemanjuran dalam menurunkan risiko kematian pasien Covid-19 varian Omicron dan turunannya masih harus diteliti lebih lanjut. ***

Editor: Rifki Abdul Fahmi

Sumber: Reuters


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x