Diklaim Anti Banjir, Jalan Bawah Tanah Senilai Rp106 Miliar ini Dibangun Jadi Penghubung Cimahi-Bandung

- 10 Juni 2024, 09:00 WIB
 Sejumlah warga berswafoto di kawasan Underpass Sriwijaya seusai diresmikan di Jalan Sriwijaya, Kota Cimahi, Selasa 22 Februari 2022.
Sejumlah warga berswafoto di kawasan Underpass Sriwijaya seusai diresmikan di Jalan Sriwijaya, Kota Cimahi, Selasa 22 Februari 2022. /Darma Legi/Galajabar

PRFMNEWS – Kota Cimahi punya underpass atau jalan bawah tanah yang diklaim anti banjir. Alasannya karena underpass ini sudah dilengkapi alat sampit yang dibawahnya dilengkapi tempat penampungan air hujan untuk kemudian dialirkan ke sungai.

"Nanti kalau hujan airnya ditampung dulu. Ada tiga kompak utama dan satu cadangan, otomatis nanti air di bawah dipompa ke atas untuk dibuang ke sungai," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi, Meity Mustika, Senin 21 Februari 2022.

Untuk menjaga underpass ini tetap apik dan terawat, Meity kala itu juga meminta masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat keberadaan jalan melintasi terowongan yang dibangun di bawah jalur rel kereta api dekat Stasiun Cimahi ini.

Baca Juga: Dibangun 1 Tahun, Terowongan Bawah Tanah Rp106 Miliar di Cimahi Diresmikan Kurator IKN pada Tanggal Cantik

"Jangan ada vandalisme dan jangan buang sampah sembarangan di sini. Pengendara juga harus memperhatikan kecepatan, (melintas) di sini (kecepatan) maksimal 30 kilometer per jam," ujar Meity.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Periode 2018-2023 Ridwan Kamil dan Plt. Wali Kota Cimahi Ngatiyana meresmikan underpass yang berlokasi di depan Rumah Sakit Dustira ini pada Selasa, 22 Februari 2022. Infrastruktur pendukung lalu lintas ini dibangun menghubungkan Jalan Sriwijaya dan Jalan Dustira.

Sesuai lokasi keberadaannya, infrastruktur ini dinamai Underpass Sriwijaya. Dibangun lewat skema kolaborasi anggaran antara bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jabar sebesar Rp105 miliar untuk teknis pembangunan dan APBD Kota Cimahi sebesar Rp1,1 miliar untuk pembebasan lahan.

Baca Juga: Kota Bandung Alami Deflasi MtM pada Mei 2024, Ini Penyebabnya

Underpass sepanjang 600 meter, lebar 8,6 meter, dan tinggi 5,2 meter ini menjadi jalan bawah tanah pertama di Cimahi yang bisa digunakan untuk dua lajur kendaraan. Ridwan Kamil yakin Underpass Sriwijaya selain memecah kemacetan di perlintasan sebidang Contong, juga akan meningkatkan perekonomian warga.

Halaman:

Editor: Indra Kurniawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah