Driver Ojol di Bandung Keberatan Jika Harus Test Covid-19

- 4 Juli 2020, 22:02 WIB
Wali Kota Bandung Oded M Danial saat melihat perangkat Ojol yang disiapkan untuk mengangkut penumpang di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Kota Bandung.** /HUMAS KOTA BANDUNG

PRFMNEWS - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meminta manajemen Gojek dan Grab untuk melakukan rapid test atau swab test kepada semua mitranya yang ada di Kota Bandung.

Kebijakan itu menjadi salah satu syarat wajib dari Pemkot, sebelum mengeluarkan izin operasional mengangkut penumpang di fase penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Ketua Himpunan Driver Bandung Raya (HDBR), Iyan Restu Langit mengatakan, pihaknya merasa keberatan jika harus melakukan test Covid-19.

"Aturan atau syarat ojol (ojek online) yang mau mengangkut penumpang harus rapid test atau swab, kita mitra merasa keberatan dengan hal-hal seperti itu," kata Iyan saat On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Sabtu 4 Juli 2020.

Baca Juga: Disdik Jabar Bakal Tinjau SMA/SMK di Kota Sukabumi yang Siap Belajar Tatap Muka

Alasannya dia nilai, rapid test dan swab test tidak menjadi tolok ukur seseorang bebas Covid-19. Ditambah lagi, dengan aturan di Jakarta yang tidak mewajibkan test Covid-19.

"Kita lihat di Jakarta ketika ojol mau narik lagi penumpang, tidak ada kewajiban untuk swab test," katanya.

Selain itu, dia tidak setuju untuk melakukan test Covid-19 karena menurutnya tingkat akurasi pemeriksaan rapid maupun swab test sama-sama kurang akurat.

Apalagi dia tambah tidak setuju jika biaya pemeriksaan tersebut dibebankan kepada mitra pengemudi.

Halaman:

Editor: Rifki


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X