Kabupaten Bandung Barat Masuk Zona Kuning Covid-19, Begini Tanggapan ASITA

- 3 Juli 2020, 21:46 WIB
SUASANA wisata terbaru berupa bangunan-bangunan Asia di The Great Asia Afrika di Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung, Rabu (11/12/2019). /ARIF HIDAYAH/“PR”


PRFMNEWS – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), menyayangkan hasil evaluasi terbaru level kewaspadaan yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat.

Sebab pada hasil evaluasi itu, Kabupaten Bandung Barat yang semula berada di zona biru, kini masuk dalam kelompok wilayah zona kuning kerentanan penularan Covid-19 di wilayah Jawa Barat.

Wakil Ketua Umum ASITA Budijanto Ardiansyah mengatakan, pihaknya terkejut dengan hasil evaluasi level kewaspadaan Covid-19 tersebut. Padahal, lanjut dia, sektor pariwisata di Kabupaten Bandung Barat mulai bangkit lagi setelah beberapa bulan tutup akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Ini Lima Gim Seru yang Mudah Diakses di Tengah Pandemi Corona

“Kita menyanyangkan status Kabupaten Bandung Barat yang tadinya zona biru kini menjadi zona kuning. Ini tentu harus menjadi perhatian kita semua saat beraktivitas di luar ruangan di saat pandemi ini,” kata Budijanto saat On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Jumat (3/7/2020).

Budijanto menambahkan, para pengelola destinasi wisata yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat pun telah menyiapkan standar protokol kesehatan ketat saat beroperasi.

Sejumlah pembatasan juga dilakukan para pengelola destinasi wisata di wilayah Kabupaten Bandung Barat, seperti membatasi jumlah pengunjung tidak mencapai 50 persen dari daya tampung dan tidak mempersilakan masuk wisatawan yang berasal dari luar Jawa Barat.

Baca Juga: Rumah Kontrakan di Kampung Ranca Pateuh Nyaris Ludes Dilalap Api

“Dari hasil inspeksi kami, apa yang dilakukan rekan-rekan pengelola destinasi wisata di KBB sudah sangat baik. Mulai dari pintu masuk, yakni pengunjung dicek suhu tubuh, wajib cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, harus pake face shield atau masker, dan jumlah pengunjung dibatasi,” ujar Budijanto.

Untuk itu, Budijanto mengharapkan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menekan risiko penularan Covid-19 agar perekonomian bisa kembali stabil.***

Halaman:

Editor: Rifki


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X