Proses Lelang Pengelolaan GBLA Lambat, Ini Kata Yana Mulyana

- 14 Januari 2022, 14:30 WIB
Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat memberikan keterangan soal proses lelang GBLA Bandung hari ini Jumat, 14 Januari 2022.
Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat memberikan keterangan soal proses lelang GBLA Bandung hari ini Jumat, 14 Januari 2022. /Tommy Riyadi/prfmnews

PRFMNEWS - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melelang pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) hingga kini masih belum terealisasikan. Aspek kehati-hatian jadi alasan Pemkot untuk menggelar lelang tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Bandung, Yana Mulyana menjelaskan, sejumlah regulasi pemerintah terkait lelang tersebut tidak bisa diabaikan. Meski demikian, ia memastikan hal tersebut tetap berjalan.

"Masih terus berproses, karena ternyata ada beberapa regulasi yang tetap harus ditempuh untuk bisa melakukan sampai ke proses lelang. Dan itu (prosesnya) panjang sekali, jadi perkiraan kita Desember selesai ternyata meleset," jelas Yana ditemui disela peninjauan Vaksinasi Massal bagi Anak Usia 6-12 tahun di SD Bintang Mulia Mekarwangi, Jumat 14 Januari 2022.

Baca Juga: Fico Fachriza Ditangkap Polisi Bersama dengan Barang Bukti Tembakau Gorila

Baca Juga: Sudah Dapat Tiket Vaksin Booster di PeduliLindungi? Segera Lakukan ini

Yana mengatakan, tahapan yang harus dilalui sebelum melakukan proses lelang di antaranya serah terima dari PT Adhi Karya kepada Pemkot yang butuh waktu lama.

Setelah proses itu selesai, tahapan persiapan lelang pun harus dilakukan dengan hati-hati.

"Proses serah terima dari Adhi Karya ke Pemkot Bandung itu kan butuh waktu lama, terus pengalihan pengguna barangnya dari Distaru ke Disporanya. Di internalnya kita lakukan terus, karena kehati-hatian lah. Tapi insyaallah itu berproses," beber Yana.

Ditanya tentang kandidat pengelola GBLA, Yana mengatakan hingga kini belum ada. Sebab, Pemkot Bandung tidak menunjuknya tetapi melakukan lelang terbuka.

Halaman:

Editor: Rifki Abdul Fahmi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X