Jika Terus Membandel, Tempat Usaha di Kota Bandung Bakal Disegel 14 Hari

- 19 Februari 2021, 19:54 WIB
Penindakan yang dilakukan Satpol PP Kota Bandung di sejumlah tempat makan dan hiburan pada Kamis, 10 Desember 2020 malam
Penindakan yang dilakukan Satpol PP Kota Bandung di sejumlah tempat makan dan hiburan pada Kamis, 10 Desember 2020 malam /Humas Kota Bandung



PRFMNEWS - Tempat usaha yang membandel atau melanggar aturan selama pandemi di Kota Bandung, siap-siap mendapat sanksi berat.

Pasalnya, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung mewacanakan penguatan sanksi berat bagi individu atau pengusaha yang melanggar aturan selama masa pandemi.

Satgas mewacanakan penyegelan tempat usaha yang bandel selama 14 hari.

Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial sudah menerima laporan bahwa di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional ini masih banyak yang abai terhadap aturan.

Baca Juga: Turnamen Pramusim Dapat Izin Keramaian, Sekum Viking: Ini Kabar Gembira Setelah Menanti Lama

Baca Juga: Tega! Gegara Sakit Hati, Pria di Bandung Ini Tusuk Saudaranya Hingga Tewas

Utamanya dari kafe atau tempat hiburan yang bahkan terpantau bandel melakukan pelanggaran. 

Untuk itu, Oded berharap penguatan sanksi ini bisa menjadi cambuk bagi para pelanggar untuk lebih memerhatikan aturan.

“Setelah melihat evaluasi di lapangan banyak yang nakal kucing-kucingan. Tadi sudah disepakati oleh Kapolrestabes Bandung dan Forkopimda lainnya, harus ada penguatan atau penegasan hukum dari Perwal (Peraturan Wali Kota),” kata Oded usai memimpin rapat terbatas bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung secara daring dari Pendopo Kota Bandung, Jumat, 19 Februari 2021.

Baca Juga: Dago dan Sadangserang Resmi Berlakukan PPKM Mikro, Ini Penjelasan Camat Coblong

Dalam siaran pers yang diterima prfmnews.id, menurut regulasi terakhir yang tertera di Perwal Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan PSBB Secara Proporsional Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, sanksi terberat yang diberikan yakni denda sebesar Rp500 ribu.

Kemudian segel yang sudah terpasang di tempat usaha sudah bisa dibuka kembali paling lambat selama tiga hari.

Lalu untuk rancangan aturan terbaru nanti, ujar Oded, tempat yang telah melanggar akan disegel selama 14 hari.

Kemudian denda maksimal tetap diterapkan dan segel belum bisa dibuka kendati telah dibayarkan sebelum dua pekan penyegalan berakhir.

“Dari sisi sanksi, hasil pembahasan terakhir di tim satgas, dengan adanya denda bentuk Rp500 ribu nampaknya mereka (para pelanggar) lebih memilih membayar. Karena lebih murah. Oleh karena itu, tadi ada wacana mungkin akan ditambah waktu penyegelan menjadi 14 hari,” jelasnya.

Baca Juga: Update 19 Februari 2021: Positif Corona di Indonesia Capai 1.263.299 Kasus

Baca Juga: Sinopsis Vincenzo yang Dibintangi Song Joong Ki, Tayang di Netflix 20 Februari 2021

Terkait hal ini, Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna bersama tim teknis akan mematangkan regulasi baru untuk pengetatan masalah penegakan tersebut.

“Supaya tidak menjadi mainan. Karena dendanya kecil. Jadi orang lebih baik bayar denda. Tapi yang paling utama sebetulnya bukan masalah sanksi, tapi kesadaran,” ucap Ema.

Ema mengungkapkan, pengetatan sanksi ini mengingat perkembangan di lapangan masih ada pengelola cafe atau tempat hiburan yang bandel.

Sementara Satgas Penanganan Covid-19 berjibaku untuk bisa mengatasi masalah pandemi yang juga diseimbangkan dengan upaya pemulihan ekonomi.

“Kita semua saling menghargai, merumuskan kebijakan bukanlah sesuatu yang mudah. Kita mencari titik keseimbangan antara kutub ekonomi dan kesehatan. Mudah-mudahan ini bisa dipahami bersama, jangan ego untuk mendapat profit yang lebih,” katanya.***

Editor: Rian Firmansyah

Sumber: Humas Kota Bandung


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x